Warga Keluhan Shelter Anjing di Tenjolaya, Pemilik Ngadu Bupati

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com--Keberadan shelter anjing bernama green house di Kampung Babakan RT 03 RW 06 Desa Giri Mulia, Kecamatan Tenjolaya menjadi polemik diduga karena ada warga yang pro kontra atas adanya shelter yang berdiri diatas lahan kurang lebih 800 meter itu. Senin (15/3/2021).

Diungkapkan Tokoh Masyarakat sekitar adanya shelter anjing tersebut membuat warga resah atas suara anjing yang mengog-gog pada malah hari.

Bacaan Lainnya

“Selain itu juga warga sebenernya tak terima memang diluar sana kampung ini disebut kampung gog-gog,”kata Nurdin kepada wartawan, Senin (15/3/2021).

Dengan begitu warga dikatakan Nurdin agar shelter ajing itu dipindahkan karena selain membuat warga tergangu dengan adanya shelter tersebut warga pun khawatir atas kontoran dari anjing-anjing itu.

“Ya kami berharap ada solusi dari pemerintah setempat atas keluhan kami ini,”ujarnya

Sementara menurut Ketua RW 06, Andry mengatakan pihaknya selaku ketua RW dilema, namu ia pun mengaskan banyak laporanya atas keresahan warga terhadap tempat tersebut membuat dirinya tidak tinggal diam.

“Ya tentu keluhan warga yang banyak harus saya tampung saya juga sudah berkoordinasi dengan pak kades, camat dan Babinkamtibmas atas keluhan warga ini,”ujarnya.

Andry pun menceritakan awalnya dilokasi tersebut hanya ada 6 ekor anjing, namun saat ini ketika ia tanya pada pemilik Shelter tersebut sudah menampung 70 ekor anjing.

“Ketika saya saya tanya sekarang sudah ada 70 ekor anjing padahal awalnya hanya 6 ekor,”ujarnya.

Sementara itu menurut pemilik Shelter Suhesti perempuan bercadar butuh dukungan Bupati Bogor.
Dirinya mengklaim bahwa masyarakat sekitar lingkungan shelter (green house) tidak merasa terganggu dengan adanya shelter anjing miliknya itu.

“Saya butuh bantuan ibu Bupati Bogor dengan adanya permasalah ini, karna Green house yang saya kelola ini mengurangi dampak gigitan anjing rabies,” ujarnya.

Sementara itu, dengan adanya kegiatan ini di lingkungan sekitar, kesenjangan sosial warga meningkatkan, bahkan beberapa warga sekitar turut adil dalam kegiatan shelter ajing tersebut.

“Di green house saya, saya memperkerjakan 7 orang warga sekitar, di tambah denga ibu-ibu sekitar untuk produksi hasil dari dagangan saya, seperti singkong, makaroni, peyek, itu untuk bayar gajih dan lingkungan sekitar,” akunya.

Lanjutnya dia, dari hasil dagangan produk saya, itu langsung untuk warga sekitar dan shelter anjing saya.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *