Warga Dua Desa di Cianjur Keluhkan Belum Ada Jembatan Roda Empat

  • Whatsapp

CIANJUR,Ceklissatu.com-Warga di dua desa yakni desa Sukamulya dan Desa Wanasari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terpaksa harus menyebrangi sungai Cigadung dengan menggunakan kendaraan roda empat untuk membeli kebutuhan sehari-hari dari Kabupaten Bandung atau Cianjur Kota.

Kondisi ini disebabkan tidak adanya jembatan permanen khusus kendaraan roda empat selama bertahun-tahun. Menurut Kepala Desa Wanasari Upid Saripudin(60) menjelaskan, Perjalanan jarak tempuh menuju Desa Sukamulya ke desa Wanasari mencapai 5 Kilometer melewati sungai Cigadung yang airnya cukup deras. Jalan tersebut kata Upid akses satu-satunya warga setiap hari namun jika air sungai sedang deras akibat hujan terpaksa warga mencari jalan lain yang jaraknya puluhan kilometer.

“Bagi warga kami dan Sukamulya, mereka setiap harinya melewati jalan ini bagi yang mengunakan kendaraan roda empat (mobil-red) sudah pasti harus menyebrangi kali Cigadung yang airnya cukup deras apalagi kalau turun Hujan sudah pasti Air dari kali Cigadung naik dan banjir,” Ujarnya pada Kamis (11/11/2021).

Kades menambahkan,kalau jembatan khusus untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki memang sudah ada yang dibangun oleh dinas Tarkim kabupaten Cianjur.

“Yang belum ada itu jembatan untuk kendaraan roda empat yang permanen karena memang sangat dibutuhkan oleh warga kami dan desa Sukamulya,”Tambahnya.

Masih kata Upid, pihak pemerintah desa (Pemdes) Wanasari bukan tidak mampu untuk membangun jembatan permanen yang bisa dilewati oleh kendaraan Roda Empat mobil dengan mengunakan Anggran Dana Desa (DD). Namun untuk pembangunan jembatan permanen roda empat tidak ada dalam aturannya.

“Karena jalur jalan ini merupakan jalan kabupaten Sehingga Penggunaan dana desa tidak bisa karena aturannya kalau jalan kabupaten tidak bisa mengunakan Anggran Dana Desa (DD),”terangnya

Sementara itu, Tutang (40) salah seorang warga Desa Sukamulya mengatakan,setiap harinya melewati jalan ini dengan terpaksa harus turun ke kali Cigadung walau harus nyawa taruhannya.

“Karena tidak ada lagi jalan alternatif yang Paling dekat ikhwal satu satunya lewat jalan kali Cigadung,sebab kalau muter ke arah Cidaun lebih jauh belum lagi jalan nya rusak parah dan berlumpur,ada jalan alternatif lainya lewat gunung sumbul tetapi sama juga jalan nya hancur berlumpur dan bebatuan,” Katanya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *