Wakil Bupati Bogor Murka Tanah di Jalan Bomang di Jual Oknum

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com- Saat melakukan kunjungan kerja meninjau titik pembangunan di Kabupaten Bogor, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan tercengang melihat melihat pmbangunan jalan akses bomang tanah dilokasi lahan tersebut hilang, akibat adanya galian liar di Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Wakil Bupati yang didampingi Dinas terkait itu cukup kaget Lantara banyak lahan yang belubang seperti bekas gakian. Padahal menurutnya dua tahun silam tanah di area itu masih rata.

Bacaan Lainnya

Bahkan ia sangat menyesalkan atas kejadian itu dan merasa kecewa, ia pun meminta agar Camat Tajurhalang mencari diaap pelaku pencurian tanah tersebut.

Padahal kata Iwan lahan tersebut, akan diperuntukan untuk sambungan pembangunan lanjutan jalan Bogor Kemang-Bojonggede (Bomang). Namun dilapangan, orang nomor dua di Kabupaten Bogor ini, menemukan adanya kedalaman tanah yang hampir tiga meter.

“Sekitar awal 2019 saya bersama pak sekda kesana. Itu lahan masih datar dengan situ, sekarang sudah habis dijual,”kata Wakil Bupati Iwan Setiawan saat dikonfirmasi, Jumat (5/11/2021).

Ia sendiri membingungkan dengan melihat langsung kondisi lahan yang akan diperuntukan untuk pembangunan jalan Bomang. Tapi kenyataannya, hilang digali tanahnya setinggi tiga meter oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kitakan cek ke bomang, tapi sudah hilang dengan lebar berapa puluh meter. Namun panjangnya kurang lebih 200 meter. Bayangkan berapa tronton yang diangkut tanah tersebut,”tegas Iwan.

Iwan mengaku, awalnya untuk memastikan pembangunan jalur Bomang untuk membebaskan lahan asia. Nantinya akses jalan bomang akan disambung, tapi nyatanya sudah digali oleh galian liyar. Sedangkan kalau mau dibangun harus diurug lagi.

“Ya kalau mau dibangun dianggarkan lagi butuh berapa miliar gitu. Kan aneh lahannya sudah tidak ada, tapi digali,”tegas Iwan.

Ditanya soal adanya oknum yang bermain, Iwan Setiawan mengaku, bukan hanya bermain tapi kejadian ini adalah konspirasi, bukan hanya satu pihak, tapi berbagai pihak yang bermain dengan adanya galian tanah tersebut.

“Pembiaran itu janganlah, namun saya akan berkordinasi dengan bareskrim untuk mengamankan lahan pemkab bogor yang rencanyan akan dibangun kewilayah bojonggede,’’tegas Iwan.

Sehingga, ketika akan dibangun jalan bomang berapa anggaran untuk pembelian tanah untuk pengurugan lahan yang sudah jurang itu. Jadi kalau mau dibangun dengan adanya lahan yang jurang, ya konsekwensinya harus keluar uang.

“Karena akses jalan bomang tersebut lanjutan jalan ke wilayah bojonggede. Kalau tidak bisa diselaikan oleh camat yaa lanjut keatas.”pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *