Viral, Video KTP Palsu Beredar di Facebook

  • Whatsapp

CIANJUR,CeklisSatu.com-Vidio KTP Palsu viral di Media Sosial di akun halaman Facebook Kabar Sindang Barang (Update), setelah diunggah salah satu warga yang kecewa no N.I.K tidak terdata di BPJS, Kamis (14/10/21).

Dari keterangan komentar di laman Facebook tersebut warga berinisial AA (23) mengatakan diketahui saat suaminya akan mengurus BPJS namun NIK di KTP tersebut tidak terdaftar. Di pesan komentar tersebut AA juga membayar Rp.250 ribu ke pegawai kecamatan Sindang Barang untuk pengurusan Kartu Keluarga dan KTP.

Bacaan Lainnya

“Kan abdi teh tos gaduh KTP jadi abdi teh sareung Caroge hayang ngarubah status sareng alamatna sakantenan Weh ngadamel KK sareung akte jadi 4 teh 250 ribu hen bayaran teh, da nunipuna teh Rerencangan rama abdi nu damel di kecamatan Sindang Barang”

( Kan saya sudah punya KTP jadi saya merubah status dan alamatnya sekalian buat KK dan akte jadi 4 bayarnya Rp.250 ribu dan orang yang nipunya teman bapak saya katanya pegawai kecamatan Sindang barang),” ujarnya mengutip pesan AA di komentar akin Facebook Sindang Barang (Update).

Masih di pesan komentar AA juga melanjutkan KTP palsu ini terbongkar setelah mengurus BPJS ternyata NIK diKTP tersebut tidak terdaftar. Selain itu juga pihak Disdukcapil Cianjur saat didatangi juga menyatakan yang sama.

” Caroge Abdi ka Cianjur Bade nyandak BPJS saur nu ngadata na teh KTP na nteu terdaftar teras kadisduk pa naroskeun saur Disduk ieu KTP palsu.

(Suami saya ke Cianjur mau ambil BPJS ternyata KTPnya tidak terdaftar terus ke Disduk katanya KTPnya Palsu),” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Cianjur Munajat saat ditemui di ruangannya mengatakan pihaknya baru menerima informasi dari media terkait KTP palsu tersebut.

” Saya baru mendengar infonya dan kami akan ke lokasi dan yang ke dua ini sebetulnya diluar ranah kita didalam kebijakan administrasi kependudukan namun di Undang-Undang Administrasi Kependudukan pasal 36 ini sudah masuk pidana,” tuturnya.

Munajat juga melanjutkan pihaknya akan bertemu dengan korban untuk memberikan pelayanan kepada warga untuk mendapatkan KK dan KTP. Pihaknya juga akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

” Jika korbannya banyak ini sudah pidana nanti kita kordinasi dengan pihak kepolisian,” tegasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *