Vaksinasi Lansia Minim, Kemenkes Minta Keluarga Berperan

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, jumlah lansia Indonesia pada tahun 2020 berada pada kisaran angka 80 juta penduduk. Adapun wilayah dengan jumlah lansia terbanyak adalah Yogyakarta, berjumlah 14,5juta jiwa.

Posisi kedua adalah Jawa Tengah (13,4juta), Jawa Timur (13juta), Bali (11,3juta) dan kelima adalah Sulawesi Utara dengan jumlah mencapai 11,2 juta orang.

Bacaan Lainnya

Kendati demikian, Kemenkes menyebut jika Vaksinasi Covid-19 yang menyasar para lansia tersebut masih sangat minim.

Hal itu diungkapkan Direktur Jendral Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, DR. Maxi Rein Rondonuwu dalam seminar daring yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

“Jadi ntuk menyukseskan vaksinasi harus menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat terutama lansia akan pentingnya Vaksin Covid-19,” jelas Maxi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/4/21).

Namun begitu, dia menilai jika hal itu akan sulit berjalan jika peran orang terdekat seperti anak atau keluarga tidak ikut meyakinkan para lansia dalam Vaksinasi Covid-19 ini.

“Kepada anak-anak yang punya orang tua atau kakek, nenek atau lansia untuk betul-betul memaknai pentingnya vaksinasi bagi lansia untuk memproteksi mereka (lansia),” ungkap Maxi.

Disamping itu, Maxi mengaku jika pihaknya juga sudah memulai berbagai terobosan agar jumlah vaksinasi untuk lansia dapat ditingkatkan sesuai target, diantaranya dengan memberikan akses vaksinasi kepada para pihak yang bisa membawa 2 lansia untuk divaksinasi.

“Terobosan lainnya yaitu melakukan mobilisasi dengan menyiapkan alat transportasi agar lansia dapat mudah menjangkau titik-titik pelaksanaan vaksinasi yang sudah ditentukan,” kata Maxi.

Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization, Prof. Sri Rezeki menyebutkan bahwa perlu dilakukan sosialisasi masif terkait manfaat vaksinasi bagi lansia agar membangkitkan kesadaran lansia maupun keluarganya.

“Bagaimana kita mengelola (sosialisasi) ini agar menarik. Tetapi mungkin harus ada yang dipikirkan baik-baik. Kita tidak hanya memikirkan pendidikan untuk vaksin, tapi the whole life. Itu mungkin yang harus diubah perilaku kita semua,” kata Sri Rezeki.

Selain peran keluarga, Sri Rezeki juga menggarisbawahi peran media sebagai penyampai pesan. “Di tengah digitalisasi, para pihak terkait diharapkan dapat memanfaatkan jenis media dengan efektif,” tandasnya.

 

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *