Vaksinasi Dosis Kedua di Indonesia Capai 40 Persen

  • Whatsapp
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat Kolaborasi Vaksinasi Kemerdekaan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis (12/8/2021). Vaksinasi yang digelar Kadin Kabupaten Bogor tersebut menargetkan 11.000 vaksinasi . Ceklissatu.com/Dwi Susanto

JAKARTA, Ceklissatu.com – Perkembangan program vaksinasi nasional saat ini telah mencapai 40% populasi yang menerima dosis kedua secara nasional. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menekankan bahwa capaian ini telah melampaui target yang ditentukan oleh Badan Kesehatan Dunia atau Wolrd Health Organization (WHO).

“Dan pemerintah mengapresiasi peran serta masyarakat dalam program vaksinasi dan berkomitmen untuk terus memperluas cakupan vaksinasi dosis kedua sehingga semakin banyak masyarakat yang terlindungi dari penularan COVID-19,” Wiku dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Bacaan Lainnya

Ia mengingatkan, bagi masyarakat yang belum menerima vaksin dosis kedua, agar segera mengaksesnya. Dan bagi mereka yang sudah menerima dosis kedua agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam segala aktivitas yang dilakukan.

Hal ini penting untuk dilakukan mengingat laju vaksinasi malah mengalami penurunan selama 7 minggu terakhir. Padahal, cakupan vaksin penting sebagai modal menghadapi lonjakan kasus dan harus diupayakan tercapai sebelum terjadinya lonjakan ketiga.

Terkait penurunan, utamanya terjadi pada vaksin merek Sinovac. Penurunan ini ternyata juga tidak dibarengi dengan peningkatan vaksinasi pada vaksin merek lainnya yaitu Pfizer, AstraZeneca dan Moderna. Oleh sebab itu seluruh Pemerintah Daerah diminta segera meningkatkan cakupan vaksinasi di daerahnya.

Kepada masyarakat diminta tidak memilih-milih merek vaksin yang digunakan. Karena semua jenis vaksin yang masuk dan beredar di Indonesia sudah dipastikan keamanan kualitas dan efektivitasnya. Dan hal ini dibuktikan berdasarkan uji yang dilaksanakan oleh Badan POM dan pemantauan instansi serta organisasi profesi terkait.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *