UU Cipta Kerja Ditetapkan, Buruh Ancam Mogok Massal

Aksi unjuk rasa di depan PT Simba Indo Snack Makmur

BOGOR, Ceklissatu.com – Sebanyak 60 buruh yang tergabung dalam Federasi Lomenik Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Bogor Raya, melakukan aksi di depan PT Simba Indo Snack Makmur di Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. Dalam aksinya, mereka protes terhadap Undang-undang (UU) Cipta Kerja yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Koordinator Aksi Federasi Lomenik SBSI Bogor Raya Maftuhi mengatakan, aksi unjuk rasa ini merupakan arahan kebijakan federasi buruh pusat, yang mengintruksikan agar setiap daerah menggelar aksi unjuk rasa di wilayahnya masing-masing.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kita menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Simba Indo Snack Makmur. Ini hasil kesepakatan kami para buruh, agar melakukan aksi di masing-masing pabrik, di setiap wilayah,” katanya kepada wartawan.

Tak hanya itu, aksi unjuk rasa di masing-masing pabrik juga dilakukan untuk mengurangi potensi penyebaran covid-19. “Karena kondisi pandemi covid-19, jadi kita aksi di depan pabrik sesuai arahan dari federasi di pusat,” ungkapnya.

Jika aksi unjuk rasa di masing-masing pabrik tak digubris pemerintah, pihaknya bakal melakukan aksi turun ke jalan.

“Rabu dan Kamis ini rencananya kita akan langsung turun ke jalan-jalan besar di Kabupaten Bogor. Jadi aksi ini hanya awalan saja,” ucapnya.

Menurutnya, Undang-undang Cipta Karya sangatlah merugikan para pekerja. Hal tersebut lantaran adanya sejumlah kebijakan yang dinilai merugikan para buruh

“Ini sangatlah merugikan kami di kalangan pekerja, karena upah pesangon dikurangi. Upah pesangon yang harusnya 32 bulan dikurangi hanya 25 bulan, kontrak kerja yang tidak sesuai aturan, kalau selama ini 2 tahun kerja langsung pengangkatan kalau sekarang aturan itu tidak berlaku, jadi kontrak kerja bisa lama terus menerus,” ujarnya.

Menurutnya, indang-undang Cipta kerja itu juga turut mengambil hak para pekerja untuk cuti. Tak terkecuali menghilangkan upah minimum Kabupaten Bogor. “Upah minimum di Jawa Barat secara otomatis akan hilang. Upah minimum Kabupaten Bogor itu kan Rp4,08 juta rupiah. Kalau ada aturan ini, upah minimum berubah menjadi Rp1,9,” tegasnya.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *