Urutan Indek ke-4 Rawan Bencana di Indonesia, BPBD Ajak Warga Bersahabat Dengan Alam

  • Whatsapp
Pengendara menerobos genangan air di Jalan Raya Sawangan, Mampang, Depok, Kamis (23/9/2021). Intensitas hujan yang tinggi ditambah luapan air dari Kali Licin serta sistem drainase yang buruk menyebabkan jalan tersebut terendam banjir sehingga membuat aktivitas pengguna jalan terganggu. Ceklissatu.com/Dwi Susanto

CIANJUR,Ceklissatu.com-Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menjadi urutan teratas untuk indeks resiko bencana di Jawa Barat bahkan menjadi urutan ke empat di Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Cianjur Taufik Zuhrizal, Minggu (07/11/21).

Bacaan Lainnya

“Masyarakat Cianjur harus bersahabat dengan alam karena mulai dari banjir, puting beliung, longsor, cuaca ekstrem, termasuk tsunami, karena kita punya garis pantai yang cukup panjang sejauh 75 kilometer,”katanya.

Taufik melanjutkan Cianjur merupakan etalase bencana berbagai jenis bencana hidrometeorologi. Sehingga menjadi sebuah keharusan masyarakat agar terbiasa hidup berdampingan dengan bencana.

“Istilah kata living harmony with disaster, berupa harmonisasi dengan alam dan potensi bencana,“ujarnya

Taufik mencotohkan jika warga sudah melakukan aktivitas alih fungsi lahan seenaknya berarti sudah bermain dengan resiko bencana.

“Makna harmonisasi dengan alam adalah ramah terhadap alam, tidak membuang sampah sembarangan, tidak tebang pohon seenaknya, apalagi merubah fungsi lahan yang ada,”terangnya.

Lanjut Taufik, BPBD Cianjur secara masif dan berkesinambungan mengedukasi masyarakat perihal mitigasi bencana dalam rangka meningkatkan kapasitas terhadap pemahaman kebencanaan.

“Melalui mitigasi bencana pemetaan kerawanan bencana dapat terdeteksi lebih dini, dan langkah penanggulangan dapat dilakukan dengan lebih cepat,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *