Universitas Ibn Khaldun Bogor Siap Gelar PTM

  • Whatsapp
Suasana Universitas Ibn Khaldun Bogor saat pembelajaran jarak jauh atau daring, Rabu (8/9/2021). Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Pemerintah mendorong Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk dilaksanakan bagi wilayah dengan status PPKM tingkat 1 hingga 3. PTM dinilai semakin mendesak untuk segera diimplementasikan, tak hanya bagi jenjang pendidikan tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK. Namun jenjang perguruan tinggi juga dinilai sangat penting.

Menanggapi hal itu, Rektor UIKA Bogor, Endin Mujahidin menyampaikan bahwa, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor saat ini sedang menyiapkan sejumlah regulasi dan kebijakan, untuk menyambut rencana PTM terbatas.

Bacaan Lainnya

“Untuk teknis PTM baru akan kami bahas lebih detail besok bersama para Dekan Fakultas. Tapi yang jelas rencananya PTM akan kami lakukan setelah UTS November nanti,” kata Mujahidin kepada ceklissatu.com, di UIKA Bogor, Rabu (8/9/2021).

Namun dengan catatan, kata Mujahidin, PTM terbatas dapat dilaksanakan jika kondisi pandemi Covid-19 pada November 2021 mendatang itu membaik atau terkendali.

“Kalau kondisinya membaik atau sama dengan sekarang ini kita bisa lakukan PTM. Tapi kalau memburuk kami tidak akan melakukan PTM,” ungkapnya.

PTM terbatas itu nantinya hanya bisa diikuti oleh mahasiswa yang berdomisili di wilayah Bogor. Selain itu, mahasiswa dan para dosen harus sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Vaksinasi itu bertujuan untuk menekan potensi penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus serta memaksimalkan tercapainya kekebalan kelompok (herd immunity).

“Untuk sementara yang boleh ikut PTM hanya mahasiswa Bogor dan sudah divaksin.mahasiswa diluar Bogor diprioritaskan untuk tetap mengikuti perkuliahan jarak jauh atau daring, begitu juga dengan dosen harus sudah divaksin,” ujarnya.

Lebih lanjut, sambung Mujahidin menambahkan, rencananya PTM tersebut hanya diperuntukkan bagi mahasiswa semester 3 dan semester 5. Untuk mahasiswa semester 1 hanya diperbolehkan PTM pada mata kuliah umum.

“Durasi perkuliahan juga kami akan batasi, dalam satu hari mahasiswa hanya mengikuti dua mata kuliah yang kami bagi dalam dua waktu. Perkuliahan pagi sampai siang, siang sampai petang. Dengan maksimal kapasitas kelas 50 persen,” bebernya.

Mujahidin mengimbau bagi para mahasiswa yang belum divaksinasi Covid-19 untuk segera mencari informasi dan mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksin. Tak hanya itu, guna memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan selama di lingkungan kampus, pihaknya juga sudah membentuk Satgas Covid-19 UIKA. Mulai dari tingkat fakultas hingga tingkat Universitas.

“Tentu PTM nanti kami pastikan akan berjalan dengan prokes yang ketat. Mahasiswa, dosen, seluruh warga kampus untuk disiplin menjalankan prokes,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *