Turun 60 Persen Selama Pandemi, Kemenhub Dorong Alih Moda Angkutan Logistik dari Truk ke Kereta Api

  • Whatsapp
Turun 60 Persen Selama Pandemi, Kemenhub Dorong Alih Moda Angkutan Logistik dari Truk ke Kereta Api

BOGOR, Ceklissatu.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong agar pengiriman logistik menggunakan jasa angkutan kereta api lebih ditingkatkan.

Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Kementerian Perhubungan Cris Kuntadi mengatakan, berdasarkan data terjadi penurunan hingga 60 persen terhadap penumpang kereta api di masa pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Sebab itu, perlu upaya untuk memaksimalkan penggunaan kereta api. Salah satunya dengan mendorong alih moda angkutan logistik dari truk ke kereta api.

“Kami punya data, angkutan logistik yang menggunakan kereta hanya 0,6 persen. Sementara angkutan logistik yang menggunakan truk mencapai 90,4 persen. Ini kan jomplang, padahal tempatnya sama-sama di darat,” ungkap Cris, di Bogor, Rabu (16/12/2020).

Cris mengungkapkan, hingga saat ini potensi bisnis logistik kereta api masih sangat besar.

Dirinya meyakini, alih moda angkutan logistik ini akan berdampak positif untuk mengurangi kerusakan jalan, konsumsi BBM, kemacetan, polusi udara, dan meningkatkan keselamatan.

“Kalau misalnya pengiriman logistik menggunakan 100 truk kontainer, risiko ini akan berkurang kalau diangkut kereta hanya 10 lokomotif yang punya jalan sendiri, tidak mengganggu badan jalan, tidak ada kerusakan jalan, kemacetan akan berkurang,” ujarnya.

Ia menuturkan, pemerintah telah meningkatkan sarana kereta api dengan double track (jalur ganda) di lintas utara dan selatan Pulau Jawa. Sehingga kapasitas penumpang dan barang dapat meningkat.

Karena itu, sambungnya, peningkatan fasilitas infrastruktur itu harus bisa dimanfaatkan dengan mengupayakan subsitusi angkutan dari penumpang ke barang.

“Sementara truk bisa digunakan untuk pengiriman logistik jarak dekat. Jadi bisa lebih murah, lebih selamat, lebih cepat, meminimalkan pungli di jalanan dengan mengunakan kereta api,” tuturnya.

Cris menambahkan, sebagai upaya peningkatan bisnis logistik kereta api itu, PT KA Logistik (Kalog) akan bekerjasama dengan PT Mitra Garuda Palapa (MGP) untuk mendorong alih moda angkutan logistik dari truk ke kereta api.

“PT MGP ini bersedia mengalihmodakan angkutan limbah B3 dari truk ke kereta. Semoga ini bisa diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang lain,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Mitra Garuda Palapa M Falah menyampaikan, dengan kerjasama ini dirinya meyakini akan membawa dampak baik terhadap industri manufaktur maupun transportasi di Indonesia.

“Kami merambah moda kereta api untuk meningkatkan pelayanan dan pangsa pasar. Langkah tersebut juga guna menjawab peningkatan produktivitas ragam industri yang menjadi potensi peningkatan limbah baik B3 maupun non B3,” ucap Falah.

“Selian itu sebagai upaya dalam melebarkan layanan transportasi limbah industri dari area Jawa Timur, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur.” pungkasnya.

 

Editor : Ramdhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *