Tingkat Keterisian Tempat Tidur di RS Kota Bogor 65% Melebihi Standar WHO

  • Whatsapp
Ilustrasi tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Bogor. Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan dan pusat isolasi pasien Covid-19 di Kota Bogor meningkat, pada pekan ini telah mencapai 65 persen.

BOR terjadi lantaran adanya peningkatan tren penularan Covid-19 di Kota Bogor setelah libur Lebaran. Hal itu menjadi peringatan dan lampu kuning bagi masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Bacaan Lainnya

Tingginya angka kasus di Kota Bogor tidak hanya berdampak pada semakin penuhnya rumah sakit, tetapi juga mengancam terlaksananya pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli mendatang.

Bima menyebut kondisi ini harus segera diantisipasi. Karena, batas yang ditetapkan oleh Standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk keterisian tempat tidur pasien Covid-19 adalah 60 persen.

“Tingkat keterisian pasien positif Covid-19 di rumah sakit di Kota Bogor saat ini sudah mencapai 65 persen, sudah diatas batas ambang yang ditetapkan WHO (lembaga kesehatan dunia) yakni 60 persen. Kondisi saat ini bisa disebut sudah lampu kuning,” kata Bima.

Sebelum libur Lebaran, tren penularan Covid-19 di Kota Bogor sudah sangat landai. Pada saat itu tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien positif Covid-19 di rumah sakit di Kota Bogor, sudah kurang dari 20 persen.

Lebih lanjut, kata Bima setelah libur lebaran adanya aktivitas masyarakat seperti mudik lebaran, dan berkunjung ke tempat wisata kemudian penularan Covid-19 meningkat kembali.

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor tengah melakukan langkah-langkah antisipasi yakni memastikan ruang isolasi dan tempat tidur untuk pasien positif Covid-19 di rumah sakit Kota Bogor tersedia dan siap digunakan.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Bogor juga telah siap untuk melakukan penulusuran kontak erat atau tracing dari setiap kasus positif Covid-19.

”Kami akan segera membahas lagi untuk sosialisasi aturan menahan laju kenaikan kasus positif. Antisipasi yang penting adalah kesiapan tempat tidur, tenaga kesehatan, serta upaya maksimal testing, tracing, dan treatment (3T). Kami tidak lelah juga mengimbau untuk warga ketat protokol kesehatan,” ujarnya.

Diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor tingkat keterisian tempat tidur di 21 rumah sakit rujukan pasien Covid-19 mencapai 293 tempat tidur atau 38,8 persen dari total 737 tempat tidur yang tersedia.

Sebaran pasien asal Kota Bogor 168 orang (57,3 persen), pasien asal Kabupaten Bogor 77 orang (26,3 persen), dan pasien dari kota lainnya 48 orang (16,4 persen).

Adapun keterisian di pusat isolasi Pusdiklat Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ciawi Bogor, mencapai 87 tempat tidur (87 persen) dari 100 tempat tidur yang tersedia.

Dengan demikian, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit rujukan dan pusat isolasi pasien Covid-19 di Kota Bogor rata-rata 62persen.

Berdasarkan data rekap kasus Covid-19 di Kota Bogor, pada Senin (14/6/2021) bertambah 74 kasus positif sehingga total konfirmasi positif sebanyak 16.779 kasus.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *