JAKARTA, CEKLISSATU – Masih belum ditemukan, Tim SAR dari kantor SAR Mataram memperpanjang waktu pencarian pendaki asal Jakarta yang jatuh di Gunung Rinjani, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Diketahui, pendaki tersebut bernama Kaifat Rafi Mubarok. Tim SAR perpanjang waktu pencarian selama tiga hari.
"Ya diperpanjang mulai hari ini," ungkap Humas Kantor SAR Mataram, Agus Hendra Sanjaya, seperti dikutip, pada Selasa (8/10/2024).
Baca Juga : Jamur Termahal Kedua di Dunia Tumbuh di Gunung Rinjani
Selain itu, Tim SAR gabungan juga mengerahkan drone thermal selama tujuh hari pencarian guna menyisir titik lokasi Kaifat yang jatuh kea rah tebing Danau Segara Anak Rinjani.
"Kami sudah menyisir ke arah danau sejauh 1,2 kilometer," terangnya.
Kemudian Tim SAR juga menerjunkan tim rescue sebanyak dua orang. Mereka turun ke lokasi Kaifat terjatuh, guna memastikan tanda-tanda lokasi terakhir pendaki itu.
Baca Juga : Wisata Alam Kawah Ratu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak
"Kami turun ke cekungan seperti gua sedalam 500 meter. Ini dilakukan karena diasumsikan korban nyangkut atau seperti apa dengan sistem vertical rescue dengan sistem lowering," jelasnya.
Tetapi sampai sore kemarin Kaifat belum ditemukan, setelah pencarian digelar selama lima jam. Pencarian akan dilanjutkan pada hari ini di area tebing kea rah Danau Segara Anak Rinjani.
"Kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu menjadi kendala dalam proses pencarian," tuturnya.
Diketahui, dua orang pendaki asal Jakarta terjatuh pada saat melakukan pendakian ke Puncak Gunung Rinjani, Minggu 29 September 2024.
Satu korban di antaranya dinyatakan hilang. Sementara satu korban bernama Muh Afifah Reza ditemukan selamat saat berada tak jauh dari punggungan bukit pelawangan.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Nicolas Oesman mengatakan kedua, korban bernama Muh Afifah Reza dan Kaifat Rafi Mubarok.
Kedua pendaki terjatuh saat melakukan pendakian di punggungan arah pelawangan menuju puncak Gunung Rinjani.
Diduga Kaifat terjatuh dengan kedalaman kurang lebih 300 meter ke arah tebing Danau Segara Anak Rinjani.
Nicolas mengatakan, kedua korban mendaki ke puncak Gunung Rinjani bersama 11 orang temannya selama empat hari dari 28 September hingga 1 Oktober 2024.
"Korban jatuh di punggungan arah pelawangan menuju puncak. Kedua korban jatuh hari Minggu, 29 September 2024 sekira pukul 16.00 Wita," ungkapnya.
Comment