Tiga Dosen IPB Meninggal Dunia Dalam Waktu Berdekatan

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – IPB University berduka tiga dosen meninggal dunia dalam waktu berdekatan yakni yang pertama Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Dr Kiagus Dahlan yang meninggal dunia pada Senin (4/1/2021).

Kemudian disusul dengan dua dosen lainnya, yakni Dr Mukjizat Kawaroe dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) serta Prof Dr Kukuh Murtilaksono dari Fakultas Pertanian (Faperta) yang meninggal dunia pada Selasa (5/1/2021).

“Kami sangat berduka, Innalillahiwainnailaihirojiun. Kami pastinya kehilangan beberapa dosen dan tenaga pendidik terbaik dalam waktu yang berdekatan. In Syaa Allah husnul khotimah dan terus mengalir pahala untuk almarhum dan almarhumah,” ujar Rektor IPB University Arif Satria melalui sambungan telpon awak media, Kamis (07/01/2021).

Dimana salah seorang dari tiga dosen tersebut sebelumnya sempat dirawat karena COVID-19.

Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti melalui keterangan tertulisnya mengatakan, rasa duka mendalam sampaikan untuk keluarga almarhum dan almarhumah,” Doa terbaik kami semoga amal ibadah beliau bertiga diterima di sisi Allah subhanahu wa ta’ ala dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ungkapnya, Rabu (6/1/2021).

Disebutkannya, bahwa Kiagus Dahlan adalah sosok dosen dan peneliti yang aktif menghasilkan karya-karya penelitian. Salah satu hasil penelitiannya adalah beliau berhasil mengembangkan biomaterial keramik kalsium fosfat berbahan dasar limbah cangkang telur untuk keperluan filler gigi, khususnya guna penumbuhan tulang alveolar gigi, dan telah dikembangkan tricalcium phosphate (TCP) yang karakteristiknya sama dengan produk impor.

Bahkan penelitian ini telah mengantarkannya menjadi salah satu innovator dalam 102 dan 106 Inovasi Indonesia versi Business Innovation Center (BIC) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemistekdikti) pada tahun 2010 dan 2014
Sementara Kukuh Murtilaksono adalah pakar konservasi tanah dan air serta pengelolaan daerah aliran sungai (DAS). Alumnus doktor University of the Philippine at Los Banos ini banyak melakukan riset dengan melibatkan keilmuan fisika tanah, kimia fisik koloid tanah, sumberdaya fisik wilayah, kebijakan pengelolaan DAS, serta mitigasi bencana kerusakan lahan.

Pada 2013, dia dikukuhkan sebagai Guru Besar IPB University dengan judul orasi “Penyelarasan Implementasi Pengelolaan DAS di Indonesia”.

Lalu, Mukjizat Kawaroe adalah ahli Biologi Laut IPB University, ragam penelitian dilakukannya terkait dengan ekotipologi mangrove dan lamun, biologi reproduksi hewan laut, biodiversitas dan konservasi laut, rehabilitasi dan pengelolaan ekosistim mangrove dan lamun.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *