Tidak Dapat BST 600 Ribu Rupiah, Warga Ontrog Kantor Pos

  • Whatsapp

BANJAR,Ceklissatu.com-Lantaran gagal mendapatkan bantuan uang tunai dari BST (Bantuan Sosial Tunai), sejumlah warga didampingi anggota ormas dari kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, mendatangi kantor PT. Pos Indonesia cabang Kota Banjar, Jawa Barat.

Sempat terjadi ketegangan ketika warga dan Ormas terlibat adu mulut dengan kepala kantor Pos Kota Banjar saudara Hendri. Warga kesal karena kepala kantor Pos enggan memberikan data jumlah penerima BST yang gagal mendapatkan uang sebesar 600 ribu rupiah dari Kementerian Sosial dan diambil kembali oleh pihak kantor Pos.

Sebanyak 21 warga di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis harus lapang dada lantaran mereka gagal menerima BST sebesar 600 ribu Rupiah. Penerima BST yang meninggal dunia berhak diwakilkan oleh ahli waris yang namanya tercatat di KK (Kartu Keluarga). Sementara pihak PT Pos Indonesia tidak bisa memberikan bantuan uang tunai kepada ahli waris yang namanya tidak tertera di KK. Warga pun meminta keterbukaan informasi terkait jumlah BST yang gagal dibagikan dan dananya harus dikembalikan ke kas negara(27/8/21).

“Kami hanya ingin kejelasan berapa jumlah penerima BST yang gagal dan jumlah uang yang harus dikembalikan ke kas negara,” jelas Ari Ibro, perwakilan warga Cisaga, Ciamis, Jum’at (27/08/21).

Sementara Hendri, kepala kantor Pos Kota Banjar berdalih, data tersebut tidak bisa diberikan kepada publik karena harus melalui izin dari Kemensos. Kepala kantor Pos Kota Banjar menyarankan agar warga dan perwakilan ormas untuk meminta data ke Dinas Sosial setempat. Namun warga bersikukuh memintanya dari pihak kantor Pos. Akhirnya kepala kantor pos bersedia memberikan data yang diinginkan warga dengan syarat harus ada surat permohonan dari pemerintah desa atau kecamatan setempat.

“Terkait data BST kami tidak bisa memberikan kepada warga karena harus melalui izin dari Kemensos sebagai pihak yang memberi kepercayaan kepada PT Pos untuk distribusi BST,” jelas Hendri kepada warga dan perwakilan ormas di ruangannya.

Meski kecewa tidak bisa mendapatkan data, warga bersama anggota ormas akhirnya membubarkan diri dan berencana akan menemui petugas Dinas Sosial Kabupaten Ciamis.

Editor : Daus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *