THM di Kemang Tuas Kritikan dari Ketua MUI

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com–Sengkarut permasalahan tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kecamatan Kemang, sepertinya tidak akan pernah habisnya dibahas dan menuai kritikan dari semua pihak. Kali ini ketua MUI Kecamatan Kemang menyoroti eksistensi tempat yang hanya memberikan mudharat saja untuk warga kemang.

Ketua MUI Kecamatan Kemang M.Zein mengatakan, tempat hiburan malam yang berada di kemang sudah banyak berdiri dari tahun 80 an, kurang ketegasan pemerintah membuat THM banyak kembali muncul. Akibat ketidak tegasan petugas banyak mengundang pengusaha THM mencoba peruntungang untuk membuka THM baru.

Bacaan Lainnya

“Ketidaktegasan pemerintah Kabupaten Bogor dalam menangani permasalahan THM mengundang THM baru untuk berdiri di Kemang, disinilah barang kali harus segera dan harus cepat tindakan dari yang punya tanggung jawab soal permasalahan ini. Untuk menjaga kerukunan. Kalau ini dibiarkan akan menciptakan ketidak rukunan. Jadi harus tegas lah. Hal- hal yang bisa menciptakan kemudharatan harus segera ditiadakan,” ujar M.zein kepada wartawan.

Masih kata M. Zein. Sebenarnya warga sudah lama inginkan tidak adanya tempat-tempat itu. Contohnya, sekarang berdiri pesantren di bekas THM itu. Artinya warga sudah tidak mau tempat itu. Ingat kesabaran warga tidak selamanya, sekarang masyarakat masih bisa diajak bicara tapi suatu saat tidak bisa.

“Apa harus menunggu tindakan masyarakat tapi kita kan tidak mau seperti itu. Bagaimana menjaga kondusifitas di kemang baik jadi harus segera direspon oleh pemerintah Kabupaten Bogor, harapan saya segera. Seperti pembongkaran yang tertunda padahal sudah diputuskan saat itu akan dibongkar, dan jangan sampai masyarakat bertindak, dan sikapi munculnya THM baru untuk segera ditanggapi dengan serius,” tambahnya.

Sementara Kasi Trantib Kecamatan Kemang Yazidil Bustomi menjelaskan, THM yang terdata sebanyak 22, yang 2 dalam proses karena memiliki izin. Tapi sedang dalam proses. Yang 20 bermaslah. Dan yang sudah dipanggil kejaksaan 8 terkena tipiring, dan 11 tidak memenuhi unsur.

“Betul memang seharusnya sebelum Ramadhan dibongkar. Karena data sudah dilimpahkan oleh DPKPP ke Satpol PP Kabupaten Bogor, dan jawabanya ada Satpol PP Kabupaten Bogor. Saya sering berkoordinasi jawabanya dalam proses. Dan untuk THM baru langkah kami sudah sudah berkoordinasi dengan mako. Ada dua aspek yang akan kita tempuh yaitu. Aspek yuridis oleh mako. Dilain hal juga ada aspek sosial,” pungkasnya.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *