THM di Kemang Milik Ketua Partai Disegel Diduga Belum Berizin

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Anggota Pol PP Kabupaten Bogor bersama TNI Polri, Rabu pagi 23 November 2021 melakukan penyegelan bangunan Tempat Hiburan Malam (THM), yang diduga belum memiliki Izin. Bahkan yang lebih mencegangkan bangunan itu merupakan milik Ketua DPW Jabar Partai Berkarya, di Jalan Raya Kemang – Parung, Desa Kemang, Kscamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Menanggapi hal itu Ketua DPW Jabar Partai Berkarya Gunawan Hasan mengatakan, membenarkan bangunan itu miliknya dan semua perizinan sudah ada. Perizinan oprasional sudah ada. IMB pertama sudah ada. Hanya IMB pertama kita revisi menjadi IMB ke dua, dan IMB sedang diproses di dinas, itupun terlambat karena ada kekurangan berkas. Seharusnya kita sudah selesai.

Bacaan Lainnya

“Jadi jangan dampak dari orang lain tanah liar dan ini tanah bersertifikat, orang lain di lahan liar dan tidak ber IMB jadi dampaknya ke kami, kami ini resmi. Yang kami sangat sayangkan hari ini disegel total tidak boleh beroprasi, saya ikutin no problem,” ujar Gunawan kepada media.

Bahkan ia meminta hal ituperlu diliput oleh wartawan, sambil menegaskan bahwa yang punya tempat karoke ini Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat Gunawan Hasan.

“liputin di tv atau media-media besar blow up biar terkenal sekaligus.Kalau enggak hancur sekaligus, no poblem bagi saya, saya sudah biasa, intinya perizinan sedang diurus. Dan penutupan tempat ini saja saya tidak tahu sampai kapan,” tegasnya.

Sementara Kasi (Kepala Seksi) Penindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor Agus Budi menjelaskan, penyegelan karoke king milik bapak Gunawan Hasan karena ada aduan dari masyarakat kaitan tempat hiburan tersebut. Untuk sementara kegiatan yang di temoat ini dihentian sementara.

“Masih dalam wasmalitrik nanti kita lihat dulu hasil pemeriksaanya seperti apa. Ini bukan pemberhentian permanen, tapi ini masih dalam rangka penyelidikan wasmalitrik, setelah hasil pemeriksaan tidak menutup kemungkinan bisa buka kembali, ininya kita dalami dulu kita perikasa dulu perizinan sudah sejauh mana.”pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *