Terkait Pasien Miskin yang Meninggal di Kenakan Biaya’ CBA Minta Dirut RSUD Cibinong Ditindak

Koordinator Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman

BOGOR, Ceklissatu.com – Koordinator Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman meminta Bupati Bogor Ade Yasin dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat memberi sanksi tegas kepada oknum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong yang telah menahan jenazah bayi berusia 41 hari gara-gara orang tuanya tidak sanggup membayar biaya persalinan. Padahal, orang tuanya menggunakan Jaminan Persalinan (Jampersal) yang ditanda tangani RT, RW, Lurah dan Camat.

“Perlu dievaluasi langsung, jangan sampai kejadian ini terulang, karena sangat memalukan,” ungkapnya kepada Ceklissatu.com, Minggu (19/07/2020).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, RUSD Cibinong setiap tahunnya menikmati guyuran uang dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor. Misalnya, untuk klaim jaminan kesehatan di tahun 2018 bisa sampai Rp 33.559.622.866.

Baca Juga : Wakil Ketua DPRD Bogor Geram’ RSUD Cibinong Sempat Tahan Jenazah Pasien Miskin

“Jadi kalau mental birokrasinya masih berlagak swasta, Pemkab Bogor evaluasi saja guyuran dana yang dinikmati RSUD Cibinong di tahun 2020,” ungkapnya.

Sementara itu, saat Ceklissatu mengkonfirmasi Wadir Bidang Pelayanan RSUD Cibinong Dr.Fusia,”Maaf sebentar kasih saya waktu satu sampai 2 jam akan saya siapkan secara alur kronologis hal tersebut,” kata dia.

“Sedang saya siapkan pak, saya baru dari luar tunggu ya,” ujar Dr.Fusia melalui sambungan telepon selulernya.

Penulis: Suhairil Anwar

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *