Terintimidasi Sentul City, Warga Cijayanti Minta Perlindungan Presiden

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Warga Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Ade Nurdin (47) meminta perlindungan kepada Presiden setelah mengaku berkali-kali dilaporkan ke polisi oleh PT Graha Cipta Sentosa Abadi.

Ade merasa terintimidasi ketika dilaporkan oleh perusahaan yang disebut-sebut sebagai bagian yang berada di bawah naungan Sentul City Group itu, atas kasus tanah warisan orang tuanya H. Abdul Basyit di Desa Cijayanti Babakan Madang Bogor.

Bacaan Lainnya

“Sejak tahun 2017 saya berulang kali dilaporkan melakukan tindakan pidana oleh Sentul City Group,” kata Ade dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Jumat (23/4/21).

Tahun 2017 dia dilaporkan ke polisi atas duagaan melakukan penipuan dan penggelapan lantaran mendaftarkan tanah adatnya ke ATR/BPN Kabupaten Bogor dengan terlapor Lurah Onang yang diduga membuat SKT palsu.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya Polres Bogor mengeluarkan SP3 atas perkara tersebut.

Pada tahun 2018, Ade mengaku kembali dilaporkan polisi oleh pelapor yang sama dan kasus yang sama yakni tanah di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

“Pelapornya sama dan mengaku sebagai kuasa dari PT Graha Cipta Sentosa Abadi,” ungkap Ade.

Gara-gara laporan tersebut, Ade sempat dipenjara selama 6 bulan lebih. Namun, putusan incracht MA No 1017/K/Pid/ 2020 menyatakan Ade tidak bersalah.

Tak sampai di situ, Ade juga mengaku kembali dilaporkan kepada polisi ditahun 2021 dengan objek yang sama juga.

“Saya sdipanggil kembali atas tuduhan pemalsuan dokumen dan penyerobotan tanah dengan pelapor yang sama dan obyek yang sama pula,” tuturnya.

Dalam dua kali pemanggilannya, Ade yang merupakan kuasa dari seluruh ahli waris Abdul Basyit hanya pasrah dan ikhlas.

Ade hanya bisa melaporkan persoalan ini kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo tertanggal 19 April 2021 prihal permohonan perlindungan hukum.

“Kami berharap ada keadilan. Kami memohon agar hukum bisa tegak seadil-adilnya tanpa pandang bulu,” tandas Ade.

Sekedar informasi, awal mula kerja sama terjalin saat ayahnya, (Alm) H Abdul Basyit diajak kerjasama oleh Eka Shinto Tjia (Sentul City Group).

Kesepakatan kerja sama itu kemudian berakhir dengan berita acara pengembalian seluruh aset Abdul Basyit 14 girik /15 SPH dan pengembalian uang yang dipakai Abdul Basyit dari Eka Shinto sejumlah Rp4,9 miliar.

Namun, Eka Shinto berdalih bahwa 14 girik dan 15 SPH milik Abdul Basyit belum dikembalikan alias masih di Bank Yama. Inilah yang menjadi sumber permasalahan.

PT Graha Cipta Sentosa Abadi yang notabene Sentul City Group merasa telah memiliki tanah tersebut dari lelang KPKNL V asal Bank Yama, tempat dimana Eka Shinto Tjia mengusulkan kredit dengan jaminan tanah milik Abdul Basyit.

Padahal, kata Ade, Abdul Basyit sudah mendapatkan surat keterangan dari Bank Yama yang diketahui pihak Eka Shinto Tjia bahwa tanah tersebut tidak pernah diagunkan atau batal kredit.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *