Tekan Laju Covid-19, Gugus Tugas Kabupaten Bogor Gencar Sidak Perusahaan

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com- Satuan Gugus Tugas Kabupaten Bogor dan Kecamatan Gunung Sindur Rabu siang (14 /7/21) melakukan sidak ke 5 perusahaan yang ada di kawasan Gunung Sindur Kabupaten Bogor.

Sidak tersebut dilakukan saat adanya Pemberlakuan PPKM Darurat Jawa Bali guna mencegah pembatasan mobilitas manusia ditengah kasus Covid 19 yang makin meningkat di Kabupaten Bogor.

Bacaan Lainnya

Alhasil dalam sidak tersebut dari 5 perusahaan yang di sidak secara acak ada 2 perusahaan yang melanggar ketentuan PPKM Darurat.

Seperti yang dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Bogor Agus Rihdo bahwa pihaknya bersama gugus tugas kecamatan telah melakukan sidak. Dan dari beberapa perusahaan masih ada yang belum menerapkan aturan PKKM dengan masih mempekerjakkan karyawan lebih dari 50 persen.

“Dari 5 perusahaan di sektor garmen ada 2 yang melanggar PKKM Darurat, pihak perusahaan masih mempekerjakkan karyawan lebih dari 100 persen jadi itu yang kita tindak dan beri sanksi tipiring dan tutup,”tegasnya Agus.

Agus menambahan satu perusahaan di sanksi tutup dan satu perusahaan disanksi tindak pidana ringan, acaman kurungan 3 bulan dan denda minimal Rp 100- Rp 50 juta.

“Dan besok akan disidangkan secara virtual di Polsek Gunung Sindur,”katanya.

Agus Juga mengatakan selama PPKM Darurat Jawa Bali, memang tidak sedikit perusahaan, pariwisata ataupun yang melanggar PKKM tidak memakai masker yang sudah dikenakan sanksi.

“Dan kami pun setiap hari akan melakukan sidak atau monitoring bersama sama gugus tugas Kecamatan, memantau mobilitas manusia di jalan maupun di sektor perusahaan, hal ini dilakukan guna menekan angka covid 19,”katanya.

Sementara itu menurut salah satu perusahaan yang mendapatkan sanksi tipiring, Haryono mengaku pihaknya masih mempekerjakkan 100 karyawannya karena belum ada intruksi dari pemilik perusahaan.

“Kami sektor garmen membuat blogaju untuk ekspor, dan ia kami akui salah dan berjanji akan meliburkan karyawannya sebanyak 50 persen,”pungkasnya.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *