Tegakkan Perda Tribun, Lurah Karang Asem Barat Sekat Pengamen Berkostum Badut

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Agar kejadian pelecehan seksual kepada anak yang dilakukan oleh pengamen badut beberapa hari lalu di Desa Tajur tidal terulang kembali, Pemerintah Kelurahan Karang Asem Barat menggelar sosialisasi terkait perda Ketertiban Umum (Tibum) kepada pelaku usaha penyewaan kostum badut.

Keberadaan pengamen badut saat ini memang sangat marak, berkeliling ke setiap pemukiman warga bertujuan menghibur anak-anak, namun hal ini justru menimbulkan kewaspadaan kepada sejumlah orang tua.

Bacaan Lainnya

Aksi kriminalitas kerap terjadi dengan bermoduskan pengamen berkostum badut, seperti halnya yang terjadi di Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor beberapa hari lalu, pengamen berkostum badut mengeluarkan kelaminnya ditunjukan kepada anak anak dan nyaris diamuk massa.

Mencegah hal tersebut keulang kembali, pemerintah keluarahan, Satpol pp Kecamatan Citeureup, bersama TNI Polri, serta unsur masyarakat menggelar sosialisasi peraturan daerah no 4 tahun 2015 tetang ketertiban umum kesejumlah pengamen serta pelaku usaha penyewaan badut hal itu diungkapkan Lurah Karang Asem Barat Wahyudin.

“Ini merupakan tindak lanjut atas peristiwa pelecehan seksual kepada anak yang dilakukan oleh pengamen berkostum badut di Desa Tajur,”ungkapnya.

Lurah menuturkan sosialisasi yang digelar pihaknya untuk memberikan penjelasan kepada pengamen serta pelaku usaha penyewaan badut yang ada di Kecamatan Citeureup.

“Semuanya unsur TNI polri, relawan sosial, hingga unsur masyarakat hadir, pengamen serta pelaku usaha badut, diberikan penerangan terkait perda yang berlalu tentang ketertiban umum,”jelasnya.

Dirinya tidak melarang kehadiran para pengamen badut, namun dilakukan pembatasan serta pendataan yang dilakukan oleh para pelaku usaha badut. “Kalau dalam perda sih jelas melarang aktifitas seperti itu, namun disini melihat sisi kemanusiaannya, kita lakukan pembatasan,”ucapnya.

Walaupun dilakukan pembatasan, himbauan pelarangan para pengeman berkostum badut maupun tidak akan dipasang disetiap gang masuk kepemukiman warga. “Kalau masuk pemukiman warga jelas harus meminta izin RT/Rw tidak sembarang orang masuk, mencegah hal hal yang tidak diinginkan bukan hanya pelecehan namun kesetiap perbuatan kriminalitas lainnya,”terangnya.

Dirinya berharap dengan sosialisasi ini, dapat mengurangi keberadaan pengeman yang kian marak dan meresahkan warga Karang Asem Barat. “Kita sama sama, menjaga lingkungan dan memberikan rasa aman kepada warga, boleh usaha apapun namun tetap harus izin Rt RW, “himbaunya.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *