Tanah Bomang Hilang, Wabup Murka Saat Pemcam dan Pemdes Tak Tahu

  • Whatsapp
Wabup Bogor ( Iwan Setiawan )

BOGOR, Ceklissatu.com – Usai mendapati hilangnya tanah di area pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang), Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengumpulkan pemerintah kecamatan dan desa, serta UPT juga Dinas PUPR.

Pada pertemuan di Ruang Rapat Wakil Bupati tersebut, Iwan mengaku tak habis pikir jika pengawasan bawahannya sangat lah lemah.

Bacaan Lainnya

“Jadi semua (ngaku) tidak tahu. Ketika ditanya ke desa itu untuk pembangunan Bomang, camat juga katanya tahunya untuk Bomang, begitu juga UPT,” cetus Iwan.

Ada tiga kecamatan yang dikumpulkan Iwan dalam rapat tersebut. Di antaranya Kecamatan Bojonggede, Tajurhalang, dan Kecamatan Kemang.

Paling mengecewakan, menurut Iwan adalah saat dirinya mendapati informasi jika hilangnya tanah yang diduga kuat dicuri itu sudah terjadi sejak tahun 2020 akhir.

“Secara kewenangan memang ada di PUPR. Tapi camat sebagai kepanjangan tangan bupati harus merasa memiliki dan mengawasi, itu pembelajaran, jangan sampai itu tanah pemda malah saling lempar tanggungjawab, harus semua pihak ikut andil,” tegasnya.

Namun demikian, Iwan mengaku belum berniat untuk membawa kasus tersebut ke pihak kepolisian.

“Kalau kesimpulan saya, ada miss komunikasi ya. Tapi kami sudah memerintahkan Satpol PP dan Inspekstorat untuk investigasi ke lapangan,” jelas Iwan.

Sebelumnya diketahui, hilangnya tanah di area pembangunan Jalur Bomang membuat Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan murka. Dia tak habis pikir hal tersebut terjadi.

Saat meninjau lokasi di Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor pada Kamis 4 November lalu, Iwan yang mengawali perjalanannya dengan menyusuri jalur lambat di Jalan Raya Bomang dan memperhatikanya seksama.

Sesampainya di ujung jalan yang masuk Kecamatan Tajurhalang, langkahnya terhenti. Raut mukanya berubah. Dia marah melihat kondisi jalur yang nyaris seperti area galian tanah.

Di ujung jalan itu, Iwan mendapati area sisi jalur berubah menjadi legokan yang dalamnya sekitar tiga meter dengan luas sekira satu hektare. Legokan itu nampak seperti sengaja digali untuk dikeruk tanahnya

Padahal kurang dari dua tahun lalu saat menyusuri jalur yang sama, kondisinya masih rata dengan badan jalan.

“Yang saya sayangkan, ketika meninjau sampai di ujung ruas Jalan Bomang, tanah yang berada di ujung ruas jalan tersebut kondisinya tidak seperti sebelumnya. Dua tahun lalu saya berkunjung ke jalan ini tanahnya masih rata dengan jalan. Tapi saya lihat sekarang seperti dikeruk, berapa kubik tanah ini yang hilang? Siapa yang maling? Cari maling tanah di pembangunan Jalan Bomang ini!,” tegas Iwan di lokasi saat itu.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *