Tak Mampu Bayar Cicilan, Warga Ciawi Selalu Terima Ancaman dari Rentenir

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Kejamnya berhutang kepada rentenir seperti orang berhadapan dengan harimau, dimana orang yang berhutang kepada rentenir selalu dihantui dengan berbagai ancaman jika tidak mampu membayarnya. Hal inilah yang dirasakan Ade Nurjanah warga RT03, RW01, Desa Teluk Minang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Ade Nurjanah yang saat ini tinggal bersama orang tuanya mengaku selalu mendapat ancaman dari seorang rentenir (pemberi pinjaman uang tidak resmi, red) bernama Joko Susmono, lantaran belum bisa membayar cicilan sebesar Rp 2 juta dari total pinjaman Rp 20 juta setiap bulannya.

Wanita yang akrab dipanggil Yanah itu menyampaikan bahwa Ia meminjam uang kepada Joko Suswono karena terdesak kebutuhan ekonomi dan juga untuk menambah modal usaha yang dirintisnya yaitu jual beli produk herbal. Namun, memasuki bulan ke tiga dirinya tak mampu membayar cicilan karena usaha yang dirintisnya itu mengalami penurunan secara drastis dan ditambah adanya pandemi COVID-19 yang waktu itu masih tinggi.

“Awalnya itu saya kira bukan rentenir, karena sebelum akad orang yang menawarkan pinjaman itu menyampaikan pembayarannya bisa dicicil dan saya pikir seperti pinjaman ke bank. Akhirnya saya coba pinjam kepada orang tersebut dengan jaminan sertipikat rumah milik orang tua. Waktu itu di bulan Maret 2021 tanggal 6,” ujar Yanah saat menceritakan kronologi kepada wartawan dirumahnya, Sabtu (13/11/2021) sore.

Sesaat sebelum mendapat uang pinjaman, dirinya membuat perjanjian selama satu tahun dengan cicilan Rp 2 juta perbulan yang disertai jaminan sertipikat rumah milik orang tuanya. Setelah perjanjian disepakati, akhirnya Joko Suswono memberikan pinjaman uang sebesar Rp 16 juta dari total Rp 20 juta.

“Untuk total pinjaman itu Rp 20 juta, tapi saya menerima Rp 16 juta, karena uang Rp 2 juta langsung di potong untuk angsuran pertama, kemudian yang Rp 2 juta lagi untuk mediator,” katanya.

Kemudian, untuk angsuran kedua dirinya masih bisa membayar. Namun memasuki angsuran ke tiga dia tidak punya uang hingga menunggak dua bulan. “Dari situ saya selalu di WA, di telpon, saya di marah-marahi, bahkan orang tersebut mengancam saya, katanya jika tidak bisa membayar maka ancamannya nyawa,” ungkap Yanah.

Setelah mendapat ancaman tersebut, Ia pun bingung dan panik, sehingga Ia terus berusaha mencari pinjaman ke sana kemari untuk menutup pinjaman ke Joko Suswono. Namun apa daya, usaha yang dilakukan Yanah tidak membuahkan hasil hingga akhirnya rentenir tersebut datang ke rumah untuk menagih hutang.

“Dari situ dia (rentenir, red) beberapa kali ke rumah, bahkan sampai menginap tanpa izin RT. Kebetulan waktu itu orang tua saya punya Rp 500 ribu dan saya pinjam untuk membayar hutang ke Joko Suswono,” bebernya.

Kemudian, lanjut Yanah, orang tersebut kembali lagi datang ke rumahnya dan waktu itu Yanah sedang tidak ada di rumah karena sedang berusaha mencari uang untuk membayar angsuran. “Jadi waktu datang ke rumah cuma ada bapak dan kakak saya, di situ Joko Suswono membawa surat perjanjian dan meminta bapak dan kakak saya untuk menandatangani surat perjanjian tersebut yang isinya untuk keringanan dua bulan dengan catatan membayar hutang sebesar Rp 26 juta, dari Rp 20 juta yang saya pinjam,” jelasnya.

Tak sampai di situ, ancaman dan tekanan terus diluncurkan dari pihak rentenir kepada Yanah dan keluarganya. Bahkan, namanya dilaporkan ke Polsek Ciawi dengan tuduhan penggelapan dan penipuan. Padahal, sesaat sebelum dilaporkan itu pihaknya sudah beritikad baik untuk membayar angsuran meski tidak full, namun namanya sudah dilaporkan ke polisi.

“Beberapa waktu lalu saya dipanggil polisi untuk dimintai keterangan dan Senin besok saya kembali dipanggil oleh Polsek Ciawi,” ucapnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *