Tak Dapat Perhatian Pemda, Arca Jaman Tarumanegara Raib

  • Whatsapp
Tak Dapat Perhatian Pemda, Arca Jaman Tarumanegara Raib

BOGOR, Ceklissatu.com – Arca peninggalan kerajaan Tarumanegara, dengan bentuk orang tengah bersemedi di Gunung Kapur, Kecamatan Ciampea, hilang bak ditelan bumi. Padahal, Arca tersebut merupakan situs peninggalan sejarah.

Menurut Musa warga sekitar menuturkan, bahwa Arca dengan bentuk orang tengah bersemedi dengan tinggi 50 cm, dan Batu Nangtung (batu berdiri) ditemukan pada tahun 2017 masih ada dengan tertutup dedaunan dan lumut.

Bacaan Lainnya

“Saat itu saya bersama teman hendak mengambil kayu untuk bahan bakar. Tiba-tiba melihat arca yang di tutupi dedaunan,”kata Musa, Kamis (10/12/20).

Setelah lumut dan dedaunan yang menutupi Arca dibersihkan, ternyata lanjutnya, bahwa itu merupakan benda bersejarah yang berbentuk orang kecil tengah bersemedi. Sedang batu berdiri, berada di sampingnya dengan posisi tegak lurus.

“Tadinya Arca tersebut hendak di bawa ke rumah, namun di larang oleh yang menunggu area Gunung Kapur. Sebab, benda tersebut benda bersejarah dan perlu di lindungi, “jelas Musa.

Ia mengungkapkan karena
Situ bersejarah tersebut tidak dijaga akhirnya hilang entah kemana. Padahal, berat arca tersebut lebih dari seratus kilogram. Ketika dibawa oleh empat orang juga sulit untuk dipindahkan.

“Saya juga menyangkan, situs berbentuk Arca tersebut hilang. Padahal, Arca tersebut merupakan peninggalan sejarah yang harus di lindungi, ” keluhnya.

Menurut Musa, tidak hanya kali ini penemuan Arca di Gunung Peninjauan atau biasa di sebut Gunung Kapur. Warga sekitar juga pernah menemukan Arca lima salah satunya bentuk Arca tersebut tanpa kepala.

Di puncak Gunung Kapur, punggungan hingga kaki ter­hampar benda-benda berni­lai sejarah sebagai warisan peradaban purba Sunda. Salah satunya warisan Kera­jaan Tarumanegara abad ke-5 Masehi. Ini ditandai pene­muan arca peninggalan Prabu Purnawarman yang tersebar di Gunung Kapur pada 1971.

Sejak 1978, warga sekitar banyak menemukan arca dan prasasti Kerajaan Purnawar­man. Arca yang dibuat itu dikenal dengan patung 5, 4, 3, 2 dan 1. Konon bentuk pa­tung yang dibuat merupakan wujud peringatan atau pesan bahwa di tempat tersebut pernah ditempati atau di­huni kelompok masyarakat Pajajaran.

“Kalau nga salah, ada salah satu arca yang dibawa ke musium Pasir Angin. Kita berharap pemerintah bisa melindungi benda-benda sejarah yang ada di area Gunung Kapur.”pungkasnya.

 

 

Editor : Daus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *