Syekh Puji Nikahi Anak Usia 7 Tahun Lagi Terancam Kebiri Kimia Ceklis Satu

Syekh Puji Nikahi Anak Usia 7 Tahun Lagi Terancam Kebiri Kimia

JAKARTA, Ceklissatu.com – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Perlindungan Anak) Aris Merdeka Sirait menyebutkan,  Syekh Puji (54) dinilai telah melakukan kekerasan seksual terhadap santrinya yang masih berusia 7 tahun dengan cara menikahi sebur saja Bunga.

Ulah kedua kalinya Syekh Puji selaku pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) di Ungaran Jawa Tengah tersebut, terancam hukuman pidana penjara  maksimal 20 tahun karena menikahi anak yang masih bau kencur.

Benerapa tahun silam, Syekh Puji pernah dinyatakan bersalah dan telah  menjalani hukuman pidana penjara dengan perkara yang sama. Sehingga merujuk pada pasal 81 sebagaimana dimaksud pasal 76D ayat (4) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penerapan Perpu Nomor : 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor  : 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Syekh Puji yang berjanggut panjang itu dapat dikenakan tambahan pidana sepertiga dari ketentuan pidana pokoknya dengan hukuman  pidana penjara seumur hidup, bahkan bisa mendapatkan tambahan hukuman  berupa tindakan kebiri lewat suntik kimia dan pemasangan alat pedenteksi elektronik,” ujar Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Atist Merdeka Sirait  dalam  keterangan rilisnya kepada sejumlah media di Jakarta, Senin (30/03/2020).

Lebih lanjut  Arist menjelaskan, berhubung Syekh Puji pernah melakukan tindak pidana kejahatan seksual yang sama kepada santrinya berusia 12 tahun beberapa tahun lalu, dan sudah dapat dikategorikan bahwa Syekh Puji merupakan redidivis seksual anak. Untuk itu ia bisa memastikan dan percaya bahwa pihak penyidik Direskrimum Polda Jawa Tengah yang telah mendapat pelaporan dari keluarga dekat Syekh Puji dan didampingi oleh Tim Khusus Komnas Perlindungan Anak perwakilan di Semarang Jawa Tengah dalam waktu dekat akan menindaklanjuti laporan tersebut bahkan menangkap dan menahannya.

“Saya percaya itu, sebab apa yang diduga dilakukan Syekh Puji terhadap terduga santrinya merupakan kejahatan seksual luar biasa dan harus pula ditangani dengan cara luar bisa,” lanjut Aries.

Syekh Puji panggilan akrabnya sedangkan nama aslinya Purnomo Cahyo Widianto tersebut dilaporkan oleh Wahyu Dwi Prasetyo, Apri Cahaya Widianto dan Joko Lelono yanh masih keluarganya sensiri, lantaran telah menikahi seorang anak yang baru berusia 7 tahun.

Dalam keterangan tertulisnya Wahyu mewakili keluarga besar Syekh Puji mengatakan menolak langkah Syekh Puji menikahi anak dibawah umur.

Wahyu dalam pernyataan tertulisnya menyatakan, tidak setuju atas perbuatan asusila terlapor (Syekh Puji-red)  dengan menikahi atau memangku menciumi,  dan berkata “kowe saiki wes dadi bojoku” (kamu sekarang sudah jadi istriku) bocah yang dinikahi.

Pihak keluarga Syekh Piji melaporkan kasus ini memdapat pendampingan hukum dan tim Advokasi Komnas Perlindungan Anak perwakilan di Semarang, Jawa Tengah yaitu Heru Budhi Sutrisno, SH, MH. Telah mengawal kasus ini  dengan terus berkordinasi untuk menanyakan kelanjutan pelaporan keluarga dekat Syelh Puji, namun menurut penyidik, perkaranya masih dalam tahap penyelidikan bahkan penyidik mengaku masih mengaku kesulitan mendapatkan bukti.

Terkait alasan minimnya alat bukti yang menyebabkan penyidik Polda Jateng tidak segera memproses kasus tersebut, Arist Merdeka Sirait berjanji akan segera mendatangi  Polda Jawa Tengah untuk membawa bukti-bukti.

“Kami sudah mengumpulkan banyak bukti dari keluarga untuk kami bawa sebagai alat bukti kepada Direskrimum Polda  Jawa Tengah,” pungkas Aris.

Editor : Ayatullah

Latest news

Puluhan Wartawan Depok Disuntik Vaksin Covid-19

DEPOK, Ceklissatu.com - Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Depok bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Depok mulai tanggal 1, 2 dan...

Ratusan Anggota Kodim 06/08 Cianjur Jalani Vaksinasi Covid-19

CIANJUR, Ceklissatu.com- Ratusan anggota Kodim 06/08 Cianjur mengikuti vaksinasi Covid 19 yang dilaksanakan di Aula Makodim Cianjur, Selasa (02/03/21). Dalam kesempatan ini Dandim 06/08...

Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kota Bogor Dikebut

BOGOR, Ceklissatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor melaksanaan Vaksinasi massal Covid-19 bagi pelayan publik di Kota Bogor dimulai sejak...

Dua Anggota Pol PP Kecamatan Kemang Ketakutan Disuntik Vaksin

BOGOR, Ceklissatu.com--Dua anggota Satpol PP Kecamatan Kemang, terlihat sangat ketakutan saat akan disuntik vaksin Covid 19. Momen ketika anggota itu ketakutan terekam dalam sebuah...

Related news

Puluhan Wartawan Depok Disuntik Vaksin Covid-19

DEPOK, Ceklissatu.com - Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Depok bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Depok mulai tanggal 1, 2 dan...

Ratusan Anggota Kodim 06/08 Cianjur Jalani Vaksinasi Covid-19

CIANJUR, Ceklissatu.com- Ratusan anggota Kodim 06/08 Cianjur mengikuti vaksinasi Covid 19 yang dilaksanakan di Aula Makodim Cianjur, Selasa (02/03/21). Dalam kesempatan ini Dandim 06/08...

Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kota Bogor Dikebut

BOGOR, Ceklissatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor melaksanaan Vaksinasi massal Covid-19 bagi pelayan publik di Kota Bogor dimulai sejak...

Dua Anggota Pol PP Kecamatan Kemang Ketakutan Disuntik Vaksin

BOGOR, Ceklissatu.com--Dua anggota Satpol PP Kecamatan Kemang, terlihat sangat ketakutan saat akan disuntik vaksin Covid 19. Momen ketika anggota itu ketakutan terekam dalam sebuah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here