Sungguh Nekad, Wisata Leuwikunten Buka Wisata Ditengah Aliran Sungai Ciherang Bikin Geram

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Ada saja kelakukan bandel pengelola wisata di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, ditengah intensitas hujan yang cukup tinggi hingga menimbulkan bencana, wisata alam Leuwikunten malah nekad membangun wisata ditengah aliran sungai Ciherang hingga menghambat saluran air tersebut.

Iwan, pengelola wisata Leuwikunten mengaku nekad membangun wisata ditengah aliran sungai Ciherang,berada di Kampung Leuwi Goong, Desa Karang Tengah Kecamatan Babakan Madang.

Bacaan Lainnya

“Iya kita memang memggunakan aliran sungai Ciherang, dengan membangun gajebo, dan beberapa spot foto,”ucapnya.

Iwanpun mengakui penggunaan lahan ditengah sungai tersebut belum memiliki izin resmi dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS-CC) serta pemerintaj daerah. “Kalau untul lahan ada sebagian yang menyewa kepihak sentul, namun untuk yang ditengah sungai belum ada izinnya,”bebernya.

Wisata alam leuwikunten itu terbilang nekad, pasalnya keberadaan wisata dengan menggunakan lahan ditengah aliran sungai membahayakan pengunjung dan dapat memnghambat aktifitas saluran sungai.

Kepala BBWS-CC, Bambang Heri Mulyono mendesak pihak wisata untuk segera melengkapi izin terlebih dahulu sebelum membuka operasional wisata alam di yang berada tengah badan sungai Ciherang.

“Seharusnya mereka dari pihak wisata harus melengkapi izin terlebih dahulu sebelum melakukan operasional, jika tidak memiliki izin jangan dulu buka,” katanya.

Lanjut ia mengatakan bahwa pihaknya akan melayangkan surat peneguran pertama kepada pihak wisata.

“Untuk sementara ini kami akan melayangkan surat peneguran dan kami pun akan berkordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor,” katanya.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Saya kesana gak ada aliran air besar, air besar malam hari, wisata buka siang hari aman2 aja kaya nya, wartawan nya gimana sih? Apakah ada foti jelas saat air nya besar