Studio Zoom 8 Bojong Koneng Dipagari Kawat Berduri oleh PT.SC , Puluhan Warga Cabut Paksa

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Lagi dan lagi, bahasa itulah yang tergambar dari permasalahan lahan di Desa Bojong Koneng, kali ini perebutan lahan kembali terjadi antara PT.Sentul City (SC) dengan pemilik Studio Zoom 8. Parahnya, pemasangan pagar kawat berduri yang diduga dilakukan oleh pihak PT.SC kini menghiasi lahan tersebut membuat amarah sejumlah massa dan warga sekitar sehingga melakukan pencabutan paksa.

Padahal, villa dan sanggar seni milik Hendri Yuliansyah yang berdiri di atas tanah seluas 8.800 M2 itu, telah memperoleh izin dari Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Bogor Nomor: 591.2/002/00841/BPT/2013 tentang pemberian izin peruntukan penggunaan tanah.

Bacaan Lainnya

Kiaasa hukum Hendri Yuliansyah Wens A Boyang, mengatakan kliennya kaget, melihat lahannya serta bangunanan sudah dihiasi oleh pagar kawat berduri.”Apa-apaan main pagar saja, jelas-jelas tanah ini memiliki legalitas yang sah dimata hukum,”ungkapnya.

Adanya pagar kawat berduri, hingga penggembokan pintu masuk yang diduga dilakukan oleh PT.SC membuat pemilik lahan tidak bisa beraktifitas sehingga semuanya terhenti.

“Dampak dipagarnya villa dan sanggar seni dengan kawat berduri, kini aktivitas di Studio Zoom 8 terhenti, karena tidak bisa dilalui. Baik oleh para tamu maupun pemilik villa dan sanggar seni tersebut. Selain di pagar dengan kawat berduri, setiap pintu masuk juga digembok.”katanya.

Dirinya menjelaskan, sejumlah bangunan studio Zoom 8 itu telah memperoleh izi dari pemerinyah Kabupaten Bogor, serta pemilik lahpu sudah melakukan kewajibannya membayar retribusi izin mendirikan bangunan gedung (IMBG).

“Kewajiban warga negara juga sudah dilakukan dengan pembayaran pajak demhan bukti SKRD Nomor: 0308041 tertanggal 14 Agustus 2014.herannya tanah yang dibeli oleh Hendri Yuliansyah ternyata tidak bisa dibuatkan sertifikat. Alasannya, karena di atas tanah milik Hendri Yuliansyah (pemohon), menurut keterangan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor, sudah terbit SHGB Nomor: 1345 tahun 2003 dan SHGB Nomor: 1602 tahun 2009 atas nama PT Sentul City,”terangnya

Padahal sambung dia, keterangan penjual tanah yang dibeli oleh Hendri Yuliansyah,tidak perna melepaskan nak atas tanah ini kepada pihak lain.

“Masyarakat sekitar pemilik tanah tersebut hanya menjual kepada klien kami (Hendri Yuliansyah). Hal ini membuktikan adanya kejanggalan dari SHGB yang dimiliki PT Sentul City dan menguatkan adanya dugaan praktik mafia tanah di wilayah tersebut,” tegasnya.

Dirinya menantang kepada PT.SC untuk melihatkan segala bentuk legalitas yang dimilikinya. “Jelas kita menantang, buktikan kalau memang punya, kalau kita jelas dam diakui oleh pemerintah daerah dan secara hukum lebalitas kita sah, dimata hukum,”tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *