SMPN 3 Cibinong Adakan Acara Di tengah Larangan PSBB Kadisdik Berang

  • Whatsapp
SMPN 3 Cibinong Adakan Acara Ditengan Larasrangan SPSBB Kadisdik Berang

CIBINONG, Ceklissatu.com – Guna menindak lanjuti adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) dan Pungutan Liar (Pungli) dalam acara pengelepasan siswa SMPN 3 Cibinong tahun ajaran 2019-2020 bakal berbuntut panjang. Pasalnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor bakal memanggil pihak sekolah, pada Jumat (02/10/2020) hari ini.

“Belum ada laporan ke disdik. Besok saya panggil kepseknya,” singkat Kadisdik Kabupaten Bogor, Entis Sutisna kepada wartawan dalam pesan singkatnya, Kamis (01/10/2020) malam.

Bacaan Lainnya

Sekedar diketahui, siswa dan siswi angkatan 2019-2020 SMPN 3 Cibinong terlihat melakulan pose bersama tanpa menjaga jarak dari satu ke yang lainnya saat pelaksanaan penglepasan ratusan murid kelas IX (9) sekolah tersebut. Tak hanya itu, dalam acara ini diperparah oleh pihak sekolah yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) sebesar Rp1,6 juta persiswanya.

Menyikapi itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Ridwan Muhibi merasa kecewa dengan adanya acara penglepasan yang dilakukan pihak SMPN 3 Cibinong tanpa mengedepankan jaga jarak dari satu siswa ke siswa lainnya. Ia menyebut, dalam konteks foto bersama-sama antara murid yang lulus dengan jajaran gurunya itu sangat tidak benarkan mengingat penyebaran Covid-19 di negeri ini yang kian hari kian memprihatinkan.

“Kalau melihat dari foto yang ada itu sangat tidak dibenarkan, dimana pihak SMPN 3 Cibinong itu mengumpulkan puluhan hingga ratusan siswa untuk melakukan foto bersama di moment penglepasan siswa kelas IX nya tersebut,” kata Muhibi saat dihubungi wartawan.

Menurutnya, meski adanya acara penglepasan siswa yang bertujuan untuk memont kenang-kenangan bagi jajaran guru dengan muridnya, semestinya tetap mengedepankan protokol kesehatan ditengah wabah pandemi saat ini.

“Mau ada pertemuan apapun itu mestinya tetap menerapkan physical distancing, padahal saya lihat foto dan video itu sudah bagus setiap siswa dan gurunya sudah mengenakan masker tapi jaga jarak malah diabaikan,” ujar politisi partai Golkar itu.

Sementara itu, ketika hendak dikonfirmasi Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 3 Cibinong, Wahyudin melalui sambungan handphone selular miliknya enggan menjawab hingga berita ini ditayangkan.

 

 

Penulis: Teguh Walinsa

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *