Sidang Lanjutan OTT DPKPP Kabupaten Bogor, Dinalara Butarbutar : Belum Ada Satupun Kesaksian yang Sebut Iryanto Terlibat

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Sembilan saksi yang sudah diperiksa di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, Slsidang lanjutan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Dinas Permukiman Kawasan Perumahan dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, hingga saat ini belum ada satupun kesaksian yang menyebut Iryanto terlibat dalam perkara tersebut.

Hal itu diungkapkan, Kuasa hukum Iryanto dari LBH Bara JP yang diketuai Dinalara Butarbutar ketika ditemui pasca persidangan di Bandung.

Bacaan Lainnya

“Kami dari awal persidangan hingga hari ini dan sudah 9 saksi diperiksa mulai dari anggota Polri dari Polres Bogor maupun PHL dan ASN dari DPKPP Kabupaten Bogor belum ada yang secara gamblang menyatakan dan menyaksikan secara langsung perbuatan melawan hukum yang dilakukan klien kami dalam kasus ini,”kata dia.

“Jadi kami tetap menunggu saksi-saksi berikutnya dari Jaksa Penuntut Umum, tapi saya yakin klien kami tidak bersalah setelah melihat kesaksian dari 9 saksi yang ada”. Ujar Dosen Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Bogor.

Saksi ke 8 dan ke 9 yaitu Mantan Plt Kadis DPKPP, Djoko Pitoyo dan juga mantan Kasie KWP, Ratna yang diperiksa dihadapan majelis hakim yang diketuai Rifandaru dan beranggotakan Jojo dan Femina.

Saksi ke 9 yang juga mantan bawahan langsung Iryanto saat masih menjabat sebagai Kabid KWP sebelum tanggal 13 Agustus 2019 menyatakan bahwa ketika dirinya masih menjabat sebagai Kasie KWP sebelum dirinya pindah tugas ke Disperindag mulai tanggal 11 November 2019 tahu terkait pengurusan PDRT Hotel Cisarua dan RS Cibungbulang tapi tidak pernah mendapat atensi dari atasannya saat itu untuk intervensi terkait penyelesaian RKB dan PDRT yang saat itu di jabat Iryanto.

“Tugas saya adalah ketika menerima disposisi terkait permohonan RKB dan PDRT yang sudah di disposisi dari Kadis, Sekdis dan Kabid mengundang pemohon untuk memeriksa berkas yang diserahkan di front office oleh pemohon untuk diteliti team TABG terkait teknis pembangunannya dan dalam hal ini banyak koreksian terkait syarat diterbitkannya PDRT, karena bangunan hotelnya melebihi 12m maka harus diurus dulu RKB nya, tapi selama saya urus berkas ini saya tidak pernah dihubungi oleh Pa Iryanto baik saat beliau masih jadi Kabid maupun Sekdis dalam rangka atensi ataupun intervensi agar berkas ini dipercepat”. Jelas Ratna dalam persidangan.

Dalam persidangan ini juga terjadi hal diluar pemeriksaan saksi untuk kebutuhan materi persidangan yaitu ketika hakim memberikan kesempatan berkomunikasi antara Djoko Pitoyo dan Iryanto yang merupakan mantan Kadis dan Sekdis DPKPP Kabupaten Bogor.

“Pa Iryanto yang sabar ya dalam menghadapi cobaan ini, semoga masalah ini bisa segera selesai”. Pesan Djoko Pitoyo kepada Iryanto.

Iryanto pun membalas pesan Djoko Pitoyo sekaligus menutup sidang dengan pernyataan berterima kasih dan mohon do’a dan dukungan.

“Terima kasih ya mas, mohon doanya”. Pungkas Iryanto dari sambungan video online melalui aplikasi Zoom yang terhubung dari Pengadilan Tipikor ke Polres Bogor dimana Iryanto ditahan.

Penulis: Teguh Walinsa

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *