Sidak Proyek SMPN 3 Megamendung, Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Geram

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Komisi III DPRD Kabupaten Bogor dibuat terkejut ketika menyaksikan progres pembangunan UGB SMPN 3 Megamendung, jauh dari target. Bobot pekerjaan di bawah 25 persen, sedangkan waktu efisien kerja tersisa hanya 45 hari kerja.

“Pekerjaan pembangunan UGB SMPN 3 Megamendung sangat mengejutkan kami (Komisi III). Per hari ini Kamis 18 November 2021 masih deviasi sekitat 35 persen, sangat disayangkan dengan lambatnya pekerjaan tersebut,” geram anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova, saat sidak pembangunan UGB SMPN 3 Megamendung di Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kamis (18/11/2021).

Bacaan Lainnya

Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, kata dia, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Pads saat masyarakat Kecamatan Megamendung sedang membutuhkan gedung SMPN 3 untuk kegitan belajar mengajar, penyedia jasa konstruksi justru terkesan memperlambat pekerjaan.

“Masyarakat sangat membutuhkan SMPN 3 Megamendung, Pemdes Sukamaju bahkan sudah membantu penyedia jasa untuk mempercepat pekerjaan dengan membuatkan jalan masuk demi memperlancar akses pembangunan,” katanya.

Politisi PPP itu melanjutkan, saat sidak Komisi III menanyakan kepada Bidang Sarpras Disdik Kabupaten Bogor, dijelaskan bahwa kontraktor sudah mendapatkan teguran secara tertulis sebanyak dua kali.

“Disdik Kabupaten Bogor sudah melayangkan teguran dua kali terhadap CV Ratu Zalva, selaku kontraktor dan konsultan pengawas CV Prima Consult karena progres pekerjaan minus 20 persen dari semestinya 50 persen lebih,” kata Kasi Sarpras SMP, Paud dan Penmas, Wembi Syarif Chan.
HL 2 (4)

CV Ratu Zalva, berikut CV Prima Consult terancam diputus kontrak kerja di tengah jalan. Keduanya juga terancam di-blacklist karena progres pengerjaan jauh dari target.

Pembangunan UGB SMPN 3 Megamendung, jelas Wembi Syarif Chan, berdasarkan kontrak kerja dimulai pada 30 Agustus-27 Desember 2021. Berdasarkan progres kerja, memang bakal terkejar. Namun berdasarkan proses administrasi mengalami keterlambatan sehingga pihaknya melayangkan teguran kepada penyedia jasa dan konsultan pengawas.

“Disdik sudah menekan konsultan pengawas sebagai kepanjangan Disdik melakukan pengecekan fisik di lapangan. Nah, sekarang yang kita lakukan adalah menekan pekerjaan dulu biar terkejar,” ujarnya.

Memang, lanjut dia, secara teknis dan non teknis di lapangan harus dilihat. Apalagi kondisi cuaca saat ini sangat ekstrim. Tapi memang tidak bisa dijadikan alasan oleh penyedia jasa, intinya Disdik Kabupaten Bogor ingin pekerjaannya rampung sesuai target.

“Kita pantau terus pekerjaannya, kalau memang tidak bisa diselesaikan, Disdik Kabupaten Bogor akan melayangkan teguran ketiga dan direkomendasikan putus kontrak dan blacklist berdasarkan pertimbangan, hitungannya dengan inspektorat,” tegasnya.

Konsultan pengawas Prima Consult, Rachman Hakim mengaku, dari awal sudah mengingatkan pada kontraktor untuk mewaspadai faktor alam.

“Kamisudah mengeluarkan surat teguran soal keterlambatan. Bahkan memo-memo progres pekerjaan setiap minggu dikeluarkan,” dalilnya.

Untuk saat ini, lanjut dia, mengingat waktu semakin mepet, strategi yang dilakukan adalah dengab menambah jumlah pekerja dan memberlakukan kerja shift.

“Untuk mengejar target capaian per minggu,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *