Sertipikat Tanah Digelapkan, Kuasa Hukum Ajukan Sidang Perdata Dihentikan

Ilustrasi timbangan (net)

BOGOR, Ceklissatu.com – Mad Sunandar warga Kampung Binong, Kelurahan Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor mengalami peristiwa naas. Sertipikat Hak Milik (SHM) tanah miliknya digelapkan oleh pihak secara tidak sah pada 25 Oktober 2019.

Kejadian bermula saat korban berniat mengajukan pinjaman ke salah satu koperasi di wilayahnya dan sertipikat tersebut sebagai jaminannya.

Pengajuan pinjaman diperantarai oleh Elon Mahendra dan setelah disurvei, Mad Sunandar yakin pengajuan pinjamannya akan segera cair. Kemudian sertipikat tersebut dititipkan kepada Elon sambil menunggu proses pencairan. Karena terdesak Mad Sunandar meminjam uang kepada Elon sebesar Rp15 juta.

Setelah menunggu selama tiga bulan, uang tersebut tak kunjung cair. Pada Januari 2020, Mad Sunandar mencoba mengajukan lagi pinjaman ke koperasi lain, dan pengajuannya pun cair.

Sunandar pun menemui Elon untuk mengambil sertipikatnya dan mengembalikan pinjamannya, namun sertipikat tersebut justru malah ada di tangan Deni yang kemudian dipindah tangankan ke Asmaniar sebagai jaminan uang sebesar Rp 17 juta.

Mengetahui hal tersebut, Sunandar menemui Asmaniar untuk menebus sertipikat tersebut, akan tetapi Asmaniar tetap tidak mau memberikannya. Akibat kejadian tersebut, Sunandar mengalami kerugian sekitar Rp700 juta.

Karena tidak menemui jalan keluar, Sunandar memutuskan melaporkannya ke Polresta Bogor Kota dengan Nomor: LP/3y/B/I/2020/SPKT dengan dugaan tindak pidana penggelapan, yaitu melanggar Pasal 372 KUHP.

Namun, sekitar bulan November 2021, Asmaniar melalui kuasa hukumnya LBH Sinar Asih mengajukan gugatan atas sertipikat tersebut secara perdata di Pengadilan Negeri Bogor Kelas 1B.

Selanjutnya, pada Selasa 28 Desember 2021 PN Bogor melalui PN Cibinong memanggil para tergugat, salah satunya ahli waris Sunandar untuk menghadiri sidang perdata di PN Bogor pada Selasa 11 Januari 2022.

Wisnu Herjuno, kuasa hukum ahli waris Sunandar mengatakan, tim kuasa hukum ahli waris Mad Sunandar AWASS Law Firm memohon kepada majelis hakim untuk menghentikan sidang perdata ini.

“Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena sebelum gugatan perdata dari Asmaniar, proses hukum pidana sedang berjalan. Ini dibuktikan dengan adanya LP di Polresta Bogor Kota,” jelas Wisnu, Rabu (12/1/2022).

Dari hasil persidangan Selasa kemarin, majelis hakim memutuskan untuk sidang mediasi pada Minggu depan. Dalam agenda sidang mediasi Minggu depan akan menghadirkan para pihak yang berperkara yaitu penggugat dan tergugat.

“Karena prosedurnya mediasi, kami ikuti. Tapi kami minta sidang ini di stop karena klien kami sudah sudah melaporkan tindak pidananya kepada Asmaniar dan kawan kawan tahun 2020. Dan Asmaniar dkk menggugat koperasi bawa-bawa Mad Sunandar dimana penggugat adalah terlapor,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *