Sering Banjir Warga Banar tak Bisa Tidur Lelap, Pengendali Banjir Belum Selesai Dikerjakan

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com—Warga di Kampung Banar, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor kerap terbangun saat tidur lelap. Hal itu lantaran permukiman mereka berada di bantaran aliran sungai Cidurian, tak jarang wilayah itu terdampak luapan sungai cidurian.

Banjir yang menerjang permukiman warga di RT 02 RW 08 pada Kamis, 17 Desember 2021 sejatinya sudah surut. Namun beberapa warga sekitar mengaku cemas saat hujan deras mengguyur wilayah Sukajaya. Pasalnya, mereka masih trauma atas kejadian banjir yang terjadi pada awal Januari tahun 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Seperti diungkapkan salah satu warga, Siti Sadiyah (32) setelah banjir surut pada Kamis malam, sejatinya warga sudah membersihkan rumah dari lumpur yang terbawa air banjir luapan Sungai Cidurian. Saat kejadian itu terjadi, dirinya sempat memvideokan hingga video nya viral di grup perpesanan.

“Ia benar, dalam video itu memang saya saat itu ketakutan, karena takut seperti dulu lagi (Bencana Banjir) awal tahun 2020 itu. Tadi warga juga sempat panik dan berteriak, warga pada lari menyelamatkan diri,” ungkap Siti Sadiyah kepada wartawan pada, Kamis (17/12).

Seolah tak mengenal waktu, air dengan cepat naik ke permukiman warga. Akibatnya sebagian warga di 02 RT yang terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Desa Harkatjaya Neneg Mulyati mengatakan, sebanyak 5 rumah terdampak banjir dan 1 rumah alami rusak berat pada bagian dapur rumah milik keluarga Icih yang tergerus luapan sungai cidurian.

Sejak kejadian pada tahun 2020 lalu, keluarga Ibu Icih yang merupakan salah satu korban banjir itu mengontrak rumah di wilayah Kecamatan Cigudeg karena masih takut menempati rumahnya.

“Sampai kemarin sore sungai cidurian kembali meluap hingga menyebabkan rumah milik ibu icih tersebut alami rusak berat, kemungkinan hari ini (17/12) dia pulang ke kampung banar untuk mengecek rumahnya,” ucapnya

Neneng mengatakan, Di Kampung Banar, warga setempat dibantu Linmas setiap malam adakan ronda secara bergantian untuk melakukan pemantauan sungai cidurian.

Lenjut Neneng mengatakan, sebetulnya di lokasi itu sedang ada pengerjaan proyek pembangunan tebingan penahan abrasi atau bangunan pengendali banjir.

“Ada sekitar 40 meter lagi yang belum selesai, jadi air itu masuk melalui rongga-rongga bangunan yang 40 meter itu belum selesai. Kalau bangunan itu memang sudah rampung Insyaallah sudah aman, Kemarin di tim proyeknya ada kesalahan teknis itu, apalagi sekarang musim penghujan jadi sangat terhambat pembangunannya,” katanya.

Sementara, Humas Kontraktor PT Indoraya Kabenteng, Cakra Ardi Saputra mengatakan, bahwa proyek bangunan pengendali banjir belum selesai pengerjaan, jadi banjir datang sehingga tampungan itu belum siap dan airnya meluap melebihi kapasitas.

“Tampungan nya memang belum siap karena yang di ujungnya itu kita sedang membangun kemudian banjir datang,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *