Serentak Pasang Patok Batas Tanah, Tujuh Kecamatan di Botim Siap Ikuti PTSL

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Tujuh Kecamatan di Kabupaten Bogor wilayah Timur melakukan gerakan serempak pemasangan patok tanda batas wilayah bidang tanah dalam rangka persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang akan digelar oleh Badan Pertanahan Nasional (PNS) wilayah Bogor Timur.

Andi Sugandi, Kepala Kantor (Kakan) Perwakilan Pertanahan Kabupaten Bogor mengatakan pihaknya akan segera melakukan PTSL kesejumlah warga di tujuh kecamatan yang masuk dalam wilayah Bogor Timur. “Pemasangan patok serentak ini sebagai bentuk akan digelarnya program PTSL di tujuh Kecamatan yakni Kecamatan Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, Cariu, Tanjung Sari, Sukamakmur dan ,”ungkapnya.

Di Kabupaten Bogor untuk diwilayah timur sendiri, sambung dia, hanya 43 persen yang sudah melakukan sertifikat hak tanah dari angka 600 ribu.

“Yang sudah melakukan sertifikat baik secara PTsl ataupun dengan sendiri hanya sekitar 280 ribu, sisanya dari angka 600 tersebut belum melalukan pembuatan sertfikat, inilah pekerjaan rumah saya sebagai kepala Kantor pertanahana BPN diwilayah timur menyelsaikan tugas agar sertifiat tanah warga selesai dalam program PTSl ini,”bebernya

Kakan menjelaskan program Ptsl ini harus segala diselesaikan, dari kementrian pertanahana sendiri diberikan waktu hingga 2025 mendatang, namun diupayakan ptsl ini di tujuh kecamatan selesai dalam kurun waktu 2024. “Diupayakan dalam satu desa dalam sebulan selesai, hingga perharinya 150 sertifkat, kita upayakam dan digeber selesai dengan cepat dan tepat “ucapnya

Dirinyapun mengakui sebagain wilayah di tujuh kecamatan Bogor Timur ini masih banyaknya tanah yang tumpang tindih dalam kepemilikan surat hak atas tanah. “Dengan adanya Ptsl ini bukan dibuat asal jadi, namun adanya pemetaan, melihat bidang tanahnya, disetiap desa, diupayakan bisa meminimalisir adanya tumpang tindih nantinya, jadi jelas kepemilikannya,”jelasnya.

Cara ukur yang masih dilakukan secara manual dikeluhkan Andi Sugandi, pasalnya pengukuran manual tersebut bisa berdampak tumoang tindihnya legalitas tanah itu.

“Ini lah yang menjadi kendala pengukuran secara manual bisa tumpang tindih, dengan cara pemetaan hingga, melihat bidang tanahnya, dan salah satu hal terpenting adalah patok patok yang menjadi batas tanah, yang sangat diperlukan, tanah harus dipatok dengan besi ataupun demgan alat lainnya, semoga upaya PtSl ini berjalan dengan lancar dan mencapai tergat,”tutupnya.

Salah seorang warga Desa Wargajaya,Kecamatan Sukamakmur Nindi, menyambut baik adanya program PTSL yang digelar Kentor perwakilan BPN Kabupaten Bogor. “Iya Alahamdulillah, akhirnya tanah saya bisa dibuatkam sertifikat, pastinya sebagai warga mendukung penuh program ini,”singkatnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *