Selain Pengerakan Tanah di Sukajaya, Longsor dan Banjir Lintasan Terjadi di Cigudeg

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com– Warga di Kecamatan Cigudeg dan Sukajaya tampaknya harus waspada saat musim penghujan saat ini terus terjadi. Pasalnya intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan banyaknya terjadi bencana alam seperti pegerakan tanah di Harkatjaya, Sukajaya yang masih terjadinya hingga saat ini. Juga, di Cigudeg telah terjadi bencana longsor dan banjir lintasan di Kampung Ciluwuk RT 01 dan RT 02 RW 04, Desa Sukaraksa, Kecamatan cigudeg.

Menurut informasi, tebingan sekira 15 meter itu longsor saat hujan deras yang terjadi pada, Selasa sore (02/11/2021) sekitar pukul 15.00 WIB. Dua rumah warga itu diantaranya di RT 01 RW 04 milik Halim (65) yang dihuni oleh dua keluarga, satu rumah lagi milik di RT 02 RW 04 milik Nenek Enung seorang janda berusia sekitar 65 tahun yang tinggal bersama satu orang anaknya.

Bacaan Lainnya

Salah satu korban nenek Paruh baya Enung (65) mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada didalam rumah nya seorag diri. Ia sempat melihat adanya pergerakan tanah tebingan yang berada di belakang dapur rumah nya itu, kemudian dirinya bergegas keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Pas tanah itu turun, saya langsung lari keluar rumah meminta pertolongan,” ungkap Nenek Enung kepada wartawan pada, Rabu (03/11/2021)

Nenek Enung mengatakan, material tanah longsoran itu merusak bagian belakang rumahnya. Selain itu, lumpur tanah pun memasuki bagian dalam rumahnya.

“Saat itu saya langsung lari tidak sempat menyelamatkan barang-barang, saat ini sementara tinggal di rumah tetangga,” katanya.

Terpisah, Ketua RW 04 Mad Yusuf mengatakan, selain terjadi tanah longsor yang menimpa dua rumah milik warga juga terjadi banjir di wilayah itu. Bahkan aliran air itu sempat mengalir deras ke jalan raya.

“Air itu dari atas kemudian karena ini datarannya terlalu rendah dan tidak adanya pembuangan (Drainase-red) saluran air jadi terjadilah banjir itu,” katanya.

Mad Yusuf mengatakan, kemudian air masuk ke rumah-rumah warga sekitar 20 rumah berlangsung sekitar 30 menit.

“Biasanya belum pernah ada kejadian, kalau dijalanan saja air agak besar tetapi kalau sampai mesuk kerumah-rumah warga mah baru kali ini saja,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *