Sebanyak 276 Pengunjung dan Pedagang Pasar Anyar Divaksin

BOGOR, Ceklissatu.com – Sebanyak 286 pengunjung dan pedagang pasar berhasil divaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan instansi terkait di wilayah Kota Bogor.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dilakukan untuk memastikan jika seluruh pengunjung pasar sudah divaksinasi Covid-19. Pemeriksaan ini dilakukan secara langsung oleh para petugas.

Bacaan Lainnya

“Sasaran kegiatan ini adalah pengunjung dan pedagang pasar. Jadi mereka kami periksa apakah sudah divaksin atau belum. Kalau ada yang belum divaksin maka langsung kami bawa ke gerai vaksin terdekat untuk langsung di vaksinasi,” kata Susatyo, Selasa (30/11).

Ke depan, Susatyo mengaku akan menggencarkan kegiatan serupa di lokasi lain. Terutama di tempat-tempat keramaian seperti pasar, pusat perbelanjaan, dan lokasi wisata yang ada di Kota Bogor.

“Kegiatan ini akan terus kami gencarkan untuk menjaring masyarakat yang belum divaksinasi. Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa mempercepat pembentukan herd immunity masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini,” imbuhnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Muzakkir, menjelaskan pihaknya mudah untuk mengawasi para pedagang agar mau divaksinasi. Namun, berbeda dengan para pengunjung.

Saat ini, kata dia, Perumda PPJ telah menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap para pengunjung, apakah sudah divaksinasi atau belum.

“Tapi karena akses pintu di pasar banyak, kesulitan bagi kita. Hari ini data yang ada yang belum divaksin rata-rata bukan KTP Kota Bogor, dari Kabupaten Bogor, Padang, dan lainnya,” kata Muzakkie.

Sementara itu, Kasubsie Penmas Polresta Bogor Kota Iptu Rachmat Gumilar, mengatakan dalam operasi gerebek vaksin yang digelar hari ini mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB, petugas gabungan berhasil menjaring 315 warga yang kedapatan belum menjalani vaksinasi Covid-19.

“Total ada 315 warga yang kami bawa ke sentra vaksin. Dari jumlah itu hanya 286 yang bisa kami lakukan vaksinasi di tempat. Sedangkan sisanya tidak bisa karena memiliki penyakit bawaan atau komorbid,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *