Sebagian Sekolah di Depok Kurangi Jabat Tangan Antara Guru dan Siswa Antisipasi Virus Corona

Wakil Kepala Sekolah SD Cahaya Quran, Yuriza Aprilia (ceklissatu.com/Faisal)

DEPOK, Ceklissatu.com – Sebagian sekolah di Kota Depok, Jawa Barat mengurangi kontak langsung antara guru dengan siswa untuk mengantisipasi penyebaran epidemi virus corona setelah dua orang di daerah ini positif terkonfirmasi Covid-19.

“(Mengurangi kontak langsung) seperti mengurangi jabat tangan untuk kebaikan bersama,” kata Wakil Kepala Sekolah SD Cahaya Quran, Yuriza Aprilia saat ditemui di kantornya, di Jalan Merah Delima, Sukamaju, Cilodong, Kota Depok, Rabu (4/3).

Bacaan Lainnya

Aprilia mengatakan, langkah ini dilakukan semenjak beredar informasi bahwa epidemi virus corona telah menjangkit dua warga di kotanya.

Aprilia menyebut sebelum beredar informasi virus corona ini,  sekolahnya sudah memiliki budaya untuk saling berjabat tangan antara guru dengan siswa.

Namun budaya seperti ini terpaksa harus dikurangi terlebih dahulu untuk mengantisipasi penyebaran epidemi virus corona di sekolahnya.

Terpisah Wakil Kepala SMPN 2 Kota Depok, Arif Setiawan menyampaikan sekolahnya juga menerpakan hal yang sama.

Sekolah menghindari kontak langsung jabat tangan sebagai bentuk antisipasi.

“Kita sambut pagi kita Salam. Salah satu media (penyebaaran epidemi virus corona) dengan kontak tangan kita tidak tahu siswa dari mana makanya kontak tagan di minimalkan,” kata Arif.

Diketahui, dua warga Kota Depok yang berinisial NT (31) dan ibunya MD (64) telah terkonfirmasi Virus Corona atau COVID-19.

Penulis: Faisal A.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *