Seakan Dilupakan, Menahun Warga Cisarua Sukajaya Masih Tinggal di Huntara

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com– Hampir dua tahun menempati hunian sementara atau Huntara, warga Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera memberikan rumah yang layak untuk ditempati yaitu Hunian tetap yang dijanjikan pemerintah kabuaten untuk warga yang menjadi korban bencana alam banjir bandang dan longsor Awal tahun 2020.

Seperti diungkakan oleh salah satu warga Cisarua Irta (42) ia menagaku sudah hampir dua tahun menemati hunian sementara pasca bencana banjir bandang dan longsor awal tahun 2020 silam. Kondisi huntara yang tidak layak ini membuat warga sudah tidak nyaman lagi menempatinya.

Bacaan Lainnya

“Masyarakat Desa Cisarua sudah ingin pindah dari huntara ini, sudah terlalu lama tempat tinggalnya sudah tidak enak ditempatinya. Apalagi ketika turun hujan pada malam hari sangat berisik karena bagian atasanya terbuat dari seng, dan dingding itu sudah pada bolong, jadi sudah gak nyaman,’’katanya.

Irta menceritakan warga yang tinggal di huntara ini sudah berkali kali mengajukan permohonan untuk segera pindah ke kepala desa , namun belum ada realisasi lantaran menurut kepala desa dana anggaran untuk pembanguan huntap saat ini masih digunakan untuk penangan covid 19 oleh pemerintah daerah.

“Sudah Sering warga mengajukan ingin pindah, namun katanya saat ini anggaranya masih digunakan untuk covid 19,’’katanya.

Irta yang merupakan seorang petani itu dan tinggal di huntara bersama istri dan dua anaknya itu sudah pasrah, bahkan ia sempat ingin kembali ke rumah asalnya, namun karena masuk zona merah shingga ia mengurungkan niatanya itu dan sampai saat ini masih bertahan di huntara.

Sementara itu menurut Kades Cisarua Samit (Jaro Samit mengatakaqn pihaknya sudah beberpa mengajukan untuk pembangunan huntap melaui dinas terkait, bahkan sudah diusulkan olehh anggota DPRD Kabupaten Bogor, namun sampai saat ini belum juga ada realisasi, padahal desa lain sudah ada yang dibangun huntap.

Sedangkan untuk Desa Cisarua sampai saat ini lahan yang bakal dijadikan untuk huntap saja masih belum dilukan uji kelayakan aman dari bencana alam .

“Saya selaku kepala desa berharap segera ada realisasi, dan jika itu benar benar 2022 akan dibangun huntap, kapan pelaksaananya karena hampir seratus jiwa warga Cisarua saat ini masih bertahan tinggal di huntara yang memang kondisinnya saat ini sudah dikeluhkan warga,’’pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *