SD Dan SMP Di Banjar Sudah Menggelar Sekolah Tatap Muka

  • Whatsapp

BANJAR,Ceklissatu.com – Sejak turun level dari 4 ke level 3, siswa di 86 SD dan 25 SMP di Kota Banjar, Jawa Barat, dari pekan lalu sudah melakukan proses belajar di sekolah. Namun protokol kesehatan diterapkan secara ketat bagi siswa dan tenaga pengajarnya. Sebelum masuk ke dalam kelas, siswa dan guru harus menjalani pemeriksaan kesehatan seperti suhu tubuh dan wajib mencuci tangan serta memakai masker.

Seperti di SMP Negeri 7 Kota Banjar, seluruh siswa diperiksa suhu tubuh mereka di gerbang masuk sekolah. Bila suhu tubuh normal, di tempat yang sama mereka harus mencuci tangan untuk selanjutnya masuk ke dalam kelas. Kondisi serupa juga terlihat di SD Negeri 1 dan 2 Kujangsari. Kapasitas tempat duduk kini hanya diisi oleh satu siswa saja dan jam belajar dibatasi hingga 4 jam.

Bacaan Lainnya

Namun Dinas pendidikan setempat tetap melakukan pembatasan di seluruh sekolah yakni jumlah siswa dan guru dibatasi 50 persen bagi sekolah yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Sementara sekolah yang belum selesai vaksinasi, hanya diizinkan dengan kapasitas 25 persen saja.

“Kami belum bisa memberi izin untuk belajar mengajar dengan kapasitas 100 persen karena masih berada di level 3,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SD dan SMP Dinas Pendidikan Kota Banjar, Ahmad Yani, Rabu (25/08/21).

Ahmad Yani menambahkan, kapasitas jumlah siswa dan guru bisa bertambah bila level Kota Banjar semakin menurun. Dinas Pendidikan juga menghimbau seluruh siswa dan guru agar membawa perlengkapan makan dari rumah. Kehadiran siswa pun harus diantar jemput oleh orang tua.

“Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan siswa saat jam istirahat yang biasanya ramai jajan di kantin atau di depan sekolah, dan saya juga menghimbau agar semua pihak tidak lengah untuk menerapkan prokes” tambah Ahmad Yani.

Sementara salah satu siswa mengaku sangat senang bisa kembali belajar di dalam kelas setelah sekian lama belajar secara daring di rumah. Siswa merasa belajar di ruang kelas lebih mudah mengerti pelajaran dibandingkan melalui daring.

“Saya sangat bahagia bisa berangkat ke sekolah lagi, semoga belajar di sekolah bisa terus dilakukan selamanya,” ucap Adinda Putri, siswi kelas 2 SMP Negeri 7 Kota Banjar.

Sejak tiga pekan lalu, status Kota Banjar menurun dari level 3 ke level 4. Penurunan terjadi akibat kasus aktif dan angka kematian Covid-19 terus menurun seiring diterapkannya PPKM darurat hingga PPKM levelisasi. Tercatat hingga Selasa (24/8) kemarin, penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 hanya 27 kasus.

Editor : Daus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *