Satu Kampung Tanah Bergerak, Warga Minta Direlokasi

  • Whatsapp

CIANJUR, Ceklissatu.com-Akibat intesitas hujan yang tinggi terus mengguyur di Wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengakibatkan fenomena pergerakan tanah di Kampung Sindanglau, Desa Batulawang Kecamatan Cipanas (24/01/21).

Dampak dari fenomena pergerakan tanah ini mengakibatkan dua rumah warga mengalami rusak berat, hingga menggantung di atas tanah, 8 rumah warga mengalami retak dibagian tembok, belasan rumah warga lainya juga terancam mengalami hal yang sama.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala Desa Batulawang, Nanang Rohiman, tercatat ada 55 Kepala Keluarga yang tinggal di Kampung Sindanglau, warga yang rumahnya terdampak pergerakan tanah ada 4 kartu keluarga yang sekarang harus mengungsi di sanak sodaranya yang rumahnya tidak terdampak pergerakan tanah.

“Disini di kampung Sindanglau ada 55 kepala keluarga, Tidak semuanya rumah disini terdampak pergerakan tanah, data yang masuk sudah ada 4 kepala keluarga yang sudah mengungsi di Rumah saudaranya ,”Ujarnya.

Dia juga menjelaskan, dalam fenomena pergerakan tanah ini, selain rumah warga yang mengalami kerusakan, ada juga jalan desa penghubung antar kampung Sidanglau dan kampung Sirnalaya yang baru saja dibangun dengan menggunakan dana desa sepanjang 150 meter ambles dengan kedalam dua meter.

Akibatnya akses kendaraan roda dua maupun roda empat terputus dan Kampung Sirnalaya Terisolasi.

“Iya itu baru aja dibangun 10 bulan yang lalu jalanya menggunakan dana desa, panjangnya 200 meter, yang ambles 150 meter dengan kedalaman 2 meter, untuk kendaraan motor dan mobil itu bener bener gak bisa dilintasi, Kampung Sirnalaya juga Terisolasi,”terangnya.

Sementara menurut Fatimah ( 41), seorang warga yang rumahnya terdampak pergerakan tanah menjelaskan, dirinya beserta Keluarga sangat khawatir dengan terjadinya fenomena pergerakan tanah ini, jika hujan deras turun. Dirinya memilih untuk mengungsi ke rumah saudaranya yang aman, iya juga berharap agar secepatnya bisa di relokasi oleh pemerintah, pasalnya, fenomena pergerakan tanah ini bukan kali pertamanya terjadi di Kampung ini, tiga tahun yang lalu pernah terjadi, namun kejadian sekarang ini yang parah.

“Saya khawatir sekali kalau malam di rumah apa lagi kalo hujan turun, takut sekali, sekarang saya mengungsi di rumah saudara saya, saya berharap sekali kepada pemerintah agar saya dan warga lainya bisa secepatnya di relokasikan ke tempat yang aman,”tuturnya.

Sementara pemerintah desa sedang berkordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur, untuk mecari tempat aman untuk merelokasi warga yang terdampak fenomena pergerakan tanah, dimana setiap waktunya tanah ini masih terus mengalami pergerakan.

Editor : Daus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *