Ringkasan Hasil Keuangan Periode Triwulan III Tahun 2021

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Pangsa Pasar Semen Domestik Indocement sebesar 25,5% untuk periode Triwulan III/2021. Pertumbuhan Total Volume Penjualan sebesar +6,9% dengan rincian Penjualan Domestik naik +4,9% dan Penjualan Ekspor naik +288,0%.

Persentase Margin Laba Kotor stabil, namun indikator utama lainnya seperti Pendapatan Operasional, EBITDA, dan Laba Periode Berjalan meningkat karena pertumbuhan volume penjualan dan efisiensi operasional yang berkelanjutan di tengah tingginya biaya energi.

Setelah Pembayaran Dividen sebesar Rp500/saham yang dibagikan pada Agustus, maka jumlah Total Dividen untuk tahun 2020 sebesar Rp725/saham, Kas dan Setara Kas tetap kuat di Rp6,8 triliun tanpa hutang (zero debt) per 30 September 2021.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (“Indocement” atau “Perseroan”) membukukan volume penjualan domestik (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 12,7 juta ton per Triwulan III/2021, lebih tinggi 594,8 ribu ton atau +4,9% dari periode yang sama tahun lalu. Volume domestik untuk produk semen saja tercatat sebesar 12,0 juta ton, lebih tinggi 328,4 ribu ton atau +2,8% sehingga pangsa pasar Perusahaan adalah 25,5% untuk Triwulan III/2021.

Volume penjualan Perseroan untuk luar Jawa tumbuh +9,2% dengan pangsa pasar 15,6% lebih tinggi dari Jawa sebesar +0,5% dengan pangsa pasar 34,1%. Peningkatan di luar Jawa terutama terjadi di Sulawesi dengan pertumbuhan volume penjualan sebesar +48,0% dengan pangsa pasar 9,3%, hal ini terutama didukung oleh pertumbuhan produk bulk dari proyek smelter di Konawe, diikuti oleh pertumbuhan penjualan di Kalimantan sebesar +12,7% dengan pangsa pasar 21,0 % dan Sumatera sebesar +9,5% dengan pangsa pasar 13,0%.

Pendapatan Bersih Perseroan meningkat sebesar +4,5% menjadi Rp10.608,7 miliar vs. Triwulan III/2020 yaitu Rp10.149,6 miliar karena volume penjualan keseluruhan yang lebih tinggi +6,9%.

Beban Pokok Pendapatan meningkat -4,5% dari Rp-6.712,1 miliar menjadi Rp-7.016,4 miliar mengikuti pertumbuhan volume penjualan, namun Perseroan berhasil menekan kenaikan biaya produksi lebih rendah dengan adanya kenaikan volume penjualan, meskipun harga batu bara yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh upaya terus menerus untuk meningkatkan bahan bakar alternatif dan batu bara dengan nilai kalori rendah (LCV), serta pengoperasian kiln yang paling efisien, biaya distribusi yang lebih rendah serta efisiensi di biaya
penjualan dan administrasi.

Tingkat komposisi bahan bakar alternatif di Triwulan III/2021 meningkat menjadi 11,8% dari setahun penuh 2020 yaitu sebesar 9,3%, dan tingkat penggunaan batubara LCV berada pada 88% pada Triwulan III/2021 dari setahun penuh 2020 yaitu sebesar 80%.

Persentase margin Laba Kotor dipertahankan pada 33,9% dengan kenaikan nilai Rupiah sebesar +4,5% dari Rp3.437,5 miliar menjadi Rp3.592,3 miliar. Marjin Pendapatan Operasional meningkat 230bps dari 11,0% menjadi 13,3% dan marjin EBITDA meningkat 250bps dari 19,8% menjadi 22,3%.

Perseroan mencatatkan Pendapatan Keuangan yang lebih rendah – Bersih sebesar -52,0% dari Rp235,2 miliar di Triwulan III/2020 menjadi Rp112,8 miliar yang disebabkan oleh kenaikan suku bunga yang lebih rendah dari penurunan suku bunga progresif oleh Bank Indonesia sejak tahun lalu.

Laba Periode Berjalan meningkat +8,2% menjadi Rp1.208,3 miliar di Triwulan III/2021 vs. Rp1.116,7 miliar dari periode yang sama tahun lalu.

Neraca Keuangan yang Tangguh

Perseroan membukukan posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas menjadi Rp6,8 triliun per 30 September 2021. Arus kas yang kuat yang dihasilkan dari operasi dan upaya manajemen yang gigih untuk meningkatkan modal kerja sebagai kunci untuk mempertahankan neraca Perseroan yang tangguh.

Total Pembayaran Dividen untuk tahun 2020 adalah Rp725/saham dengan Dividen Interim yang dibagikan pada Desember 2020 sebesar Rp225/saham dan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Juli 2021 sebesar Rp500/saham yang dibagikan pada Agustus 2021.

Dengan Posisi Neraca Keuangan yang kuat dan tidak adanya hutang bank, Indocement tetap tangguh selama masa pemulihan ekonomi saat ini dan dari kondisi kelebihan pasokan industri semen yang berkelanjutan, termasuk partisipasi dalam kemungkinan konsolidasi industri semen di masa depan.

Pemulihan Lebih Kuat yang Berlanjut

Setelah gelombang besar pandemi COVID-19 pada bulan Juli, kami mengapresiasi langkah Pemerintah yang berhasil mengendalikan penyebaran COVID-19 dengan disertai tingkat vaksinasi yang lebih tinggi. Sebagai akibatnya, kami telah melihat pemulihan ekonomi yang progresif seiring dengan langkah Pemerintah secara bertahap melonggarkan pembatasan. Hal ini tentu berdampak positif pada kegiatan konstruksi selain pengeluaran anggaran akhir tahun untuk proyek infrastruktur dan komersial, termasuk beberapa manfaat insentif untuk sektor perumahan (PPN atas rumah baru, suku bunga yang lebih rendah, dan relaksasi LTV/FTV), namun faktor terkait cuaca perlu dicermati karena akan lebih banyak curah hujan dari datangnya La Nina.

Dengan harga energi yang tinggi terutama pada harga batu bara dengan volatilitas yang tinggi baru-baru ini, Indocement mulai menaikkan harga semen untuk meneruskan sebagian dari kenaikan biaya produksi kami tapi kami terus harus menyeimbangkan dengan naik-turunnya pangsa pasar kami juga di pasar. Untuk tahun 2021 secara keseluruhan, kami tetap positif terhadap konsumsi semen domestik yang tumbuh 4,0% hingga 4,5%. Dari sisi biaya, Indocement terus fokus pada pengendalian biaya, operasi yang efisien, dan transformasi digital di seluruh bisnis kami.

Indocement Luncurkan Tiga Jenis Produk Mortar Baru

Meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk-produk mortar yang berkualitas baik, dapat diandalkan, dan memilki harga yang kompetitif mendorong Indocement untuk meluncurkan tiga jenis produk mortar baru, yaitu:
1. Mortar TR-10 (TR-10 Mortar Serbaguna)
Mortar TR-10 merupakan mortar praktis dan tahan lama untuk aplikasi pasangan bata merah, plester bata merah, dan perata lantai. TR-10 Mortar Serbaguna dikemas dalam kemasan kantong dengan berat bersih 40kg.
2. Mortar TR-15 (TR-15 Thinbed)
Mortar TR-15 merupakan perekat bata ringan dengan daya rekat kuat dan tipis saat diaplikasikan dan lebih ekonomis. TR-15 Thinbed dikemas dalam kemasan kantong dengan berat bersih 40kg.
3. Mortar TR-20 (TR-20 Plester Plus)
Mortar TR-20 merupakan plesteran semua jenis bata ringan yang berkualitas tinggi dan terbuat dari material berkualitas, tercampur secara homogen, dan menjadi pilihan untuk plesteran bata ringan yang kokoh, halus, dan tidak retak. TR-20 Plester Plus dikemas dalam kemasan kantong dengan berat bersih 40kg.

Target dari kapasitas produksi mortar ini adalah 180 ribu ton/tahun. Indocement mengeluarkan investasi sebesar Rp45,5 miliar yang seluruhnya berasal dari kas Perseroan. Sumber bahan baku berasal dari sumber internal yaitu tambang Indocement di Citeureup Bogor, termasuk pasir limestone/limestone sand (CaCO3).

Peluncuran ketiga produk baru Indocement ini menjawab permintaan konsumen terhadap produk semen yang digunakan untuk aplikasi pemasangan bata merah dan bata ringan, pelapis dan perekat bata ringan. Tiga produk mortar baru ini menambah jenis mortar yang diproduksi oleh Indocement. Sebelumnya Indocement telah memasarkan Mortar TR-30 (Acian Putih) yang menghasilkan permukaan acian yang halus, mengurangi retak, berdaya rekat tinggi serta mudah diaplikasikan. Mortar TR-30 juga dapat digunakan pada permukaan beton dengan menambahkan lem putih. Produk Mortar TR memiliki keunggulan dari sisi kualitas karena Indocement memiliki bahan baku semen dan limestome sand kualitas terbaik. Saat ini, ketiga jenis mortar tersebut baru tersedia di daerah Jabodetabek, Jabar, dan Banten, dan jika pasar merespon dengan baik, Indocement berencana untuk melakukan ekspansi ke daerah-daerah lain.

Mengenai Indocement

Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia. Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 5.000 orang. Indocement mempunyai 13 pabrik dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 24,9 juta ton semen. Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *