KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU - Ridwan, sopir lokal wisata Timur Tengah yang tinggal di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mengaku telah menggeluti profesi antar-jemput wisatawan selama 25 tahun. Namun kini, ia terpaksa menganggur karena sepi orderan.
"Sudah lama sepi orderan sejak ada PT Indogate, perusahaan asal Timur Tengah milik negara Yaman yang bergerak di bidang penyewaan kendaraan," ujar Ridwan.
Ratusan sopir lokal melakukan aksi protes sebagai dampak adanya PT Indogate di kawasan Puncak hingga Cipanas.
Aksi ini digelar oleh Ikatan Keluarga Puncak Bersatu (IKPB) yang turun ke jalan hingga sweeping di kawasan wisata Jalan Raya Puncak sebagai bentuk penolakan terhadap PT Indogate. Mereka menilai kehadiran perusahaan tersebut merusak ekosistem ekonomi lokal.
Aksi tersebut dipicu oleh merosotnya pendapatan para sopir dan pemandu wisata lokal yang selama ini menggantungkan penghasilan dari wisatawan asal Timur Tengah.
"Kami meminta agar PT tersebut ditutup. Rekan-rekan sopir IKPB merasa tersingkir oleh strategi promosi murah dari PT Indogate, mulai dari tarif di bawah harga pasar hingga layanan gratis dari bandara ke kawasan Puncak," ungkap Ridwan.
Ungkapan kekecewaan selama puluhan tahun, ia selalu mendapat delapan tiket pelanggan setiap musim libur, bahkan villa pun sudah biasa ia siapkan. Namun kini, semua berubah.
"Sebelum ada PT Indogate, saya biasa pegang 8 tiket wisatawan Timur Tengah setiap musim libur, dan villanya sudah saya booking. Sekarang tidak ada satu pun, bahkan ada pelanggan yang membatalkan karena dapat tiket promo dari mereka," keluhnya.
Baca Juga: Ribuan Driver IKPB di Puncak Terancam Jadi Pengangguran
"Sudah dijemput ke bandara pun tiba-tiba dibatalkan. Tahun ini saya benar-benar tidak ada penghasilan," jelasnya.
Hal serupa disampaikan Jay, warga Cisarua yang juga berprofesi sebagai sopir selama 10 tahun. Ia mengatakan bahwa tarif layanan yang ditawarkan Indogate jauh di bawah standar pasar.
"Biasanya tarif standar Rp500 Ribu, tapi Indogate hanya pasang Rp 350 Ribu, bahkan ada yang digratiskan dari bandara ke Puncak. Siapa yang nggak tergiur, Kami sopir lokal jadi tidak bisa bersaing," katanya.
Menurut mereka, PT Indogate mengambil keuntungan dari kerjasama lain, seperti pemberian fasilitas hotel, vila, hingga paket wisata.
Baca Juga: Tersumbat Material Sampah, Jalan Utama di Puncak Tergenang Air
Kini, banyak sopir dan pelaku usaha wisata lokal sudah puluhan tahun membangun ekosistem pariwisata di Puncak terpaksa menganggur.
"Ribuan anggota komunitas IKPB mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meninjau ulang keberadaan PT Indogate di kawasan Puncak, serta mempertimbangkan perlindungan bagi pelaku usaha lokal agar tidak tersingkir di tanah sendiri," cetusnya Jay Jumat 11 April 2025. (Handy Purnama)
Comment