PTM Serentak Juli, Pemkot Bogor Gencar Batasi Kerumunan Hingga Mobilitas Warga

  • Whatsapp
Sejumlah siswa mengikuti kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) (15/3/2021). Dwi Susanto/Ceklissatu.com

BOGOR, Ceklissatu.com – Jelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan antisipasi kerumunan dan mobilitas masyarakat terutama di pusat-pusat perbelanjaan seperti pasar dan mall.

Pasalnya Pemkot Bogor saat ini tengah memiliki target untuk bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara serentak pada Juli 2021 mendatang.

Bacaan Lainnya

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan saat ini zona Kota Bogor sudah masuk zona oranye atau risiko sedang penularan Covid-19. Jika masyarakat abai protokol kesehatan (prokes) maka ada kemungkinan Kota Bogor akan kembali menjadi zona merah.

Selain itu, nantinya siswa di Kota Bogor bisa tidak melaksanakan PTM secara serentak.

“Kita punya target besar, nanti dii bulan Juli 2021 anak-anak bisa melaksanakan PTM lagi di sekolah. Kalau kita abai prokes, sekarang Bogor zona oranye, nanti kita balik lagi ke zona merah. Kota-kota di wilayah lain udah bisa sekolah, anak-anak Bogor nggak bisa sekolah,” kata Dedie saat ditemui wartawan, Minggu (9/5/2021).

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tetap patuhi prokes dimana pun dan kapan pun.

“Jadi kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa larangan mudik ini punya satu target besar yaitu memastikan bahwa PTM di bulan Juli bisa dilaksanakan sesuai dengan status zona yang kita capai nanti,” jelasnya.

Sementara di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, Pemkot Bogor sudah melakukan persiapan maksimal dalam pelaksanaan PTM nantinya.

Sebagian besar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah se-Kota Bogor sudah menerima vaksin Covid-19 secara lengkap. Sebanyak sekitar 3 ribu guru pada pekan lalu sudah menerima vaksin di pusat perbelanjaan di Boxies 123 Mall dan Lippo Plaza Ekalokasari.

“Jadi memang belum semuanya datang sesuai yang kita jadwalkan, jadi 90 persen sudah vaksin dosis pertama. Yang 80 persen itu sudah selesai dosis pertama dosis kedua,” pungkasnya.

Editor : Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *