Proyek Pengembangan Situ Gede Kota Bogor Masih Banyak PR

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat melakukan peninjauan di lokasi pembangunan kawasan wisata Situ Gede, Selasa (31/8/2021). Dok.Pemkot Bogor

BOGOR, Ceklissatu.com -Proyek pengembangan destinasi pariwisata di kawasan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, terus dikebut. Sebab,pembangunan itu ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Kendati demikian, masih ada banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah (PR) dalam pengembangan kawasan tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat melakukan peninjauan di lokasi pembangunan kawasan wisata Situ Gede, Selasa (31/8/2021).

“Ternyata kita perlu membangun jalan inspeksi. Jadi dari sisi samping kelurahan, sampai dengan posisi di pemancingan. Karena itu area yang belum disentuh pihak PSDA Provinsi Jawa Barat,” kata Dedie kepada wartawan, Selasa (31/8/2021) sore.

Selain itu, kata Dedie, banyak pedagang-pedagang yang belum tertata dengan baik yang juga menjadi PR Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Termasuk juga rumah-rumah warga yang menjorok ke arah jogging track yang saat ini tengah dibangun.

Ada beberapa hal yang sedang dan akan direvitalisasi di kawasan wisata tersebut. Pertama adalah sedimentasi yang selama ini tidak tertangani dengan baik. Hal itu menjadi paket pekerjaan untuk pengerukan. Termasuk faktor persampahannya.

Tak hanya itu, tembok penahan tanah (TPT) di Situ Gede juga akan diperbaiki. Dan juga dengan saluran air masuk dan keluar. Dedie mengatakan, volume sampah yang masuk ke dalam Situ Gede sedang diupayakan untuk dikurangi.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana untuk membuat semacam kolam-kolam pengendali atau kolam monitoring sampah. Terutama dari sungai yang berasal dari sekitaran Balumbang Jaya.

“Nah itu kan banyak sekali volume sampah yang masih ada di situ. Itu yang akan menjadi PR berikutnya,” ujarnya.

Dedie menambahkan, target pengembangan kawasan wisata Situ Gede akan selesai pada akhir 2021. Namun belum mencakup pada keseluruhan kawasan.

“PRnya masih banyak, seperti penghijauannya kembali, beautification, penanaman pohon-pohon taman, itukan belum semuanya tercakup di dalam pengadaan yang sekarang. Itu PR-PR nya,” pungkasnya.

Editor: Ayatullah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *