Program Sembako di Kemang Semrawut, Banyak Oknum Rugikan KPM

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Penyaluran program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor semrawut. Diduga sejumlah oknum pejabat, mulai tingkat RT hingga desa melakukan penyelewengan yang merugikan keluarga penerima manfaat (KPM).

Pasalnya, penyaluran BPNT di Kecamatan Kemang tepatnya di Desa Semplak Barat, tidak sesuai dengan nominal bantuan yang diterima KPM. Dimana para KPM ini seharusnya menerima BPNT sebesar Rp 1.400.000 dengan rincian 7 paket (setiap paket Rp 200 ribu, red) namun mereka hanya menerima enam bahkan lima paket saja.

Bacaan Lainnya

Hal itu, dialami YK warga RW06, Desa Semplak Barat, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. YK mengaku, saat program sembako ini dicairkan pihaknya hanya menerima enam karung beras ukuran 10 kg dan enam paket telur dengan jumlah per paketnya berbeda-beda.

“Kemarin tuh saya cuma terima 6 karung beras ukuran 10 kg, kemudian enam paket telur dan setiap paketnya beda-beda ada yang isi 30 butir, ada juga yang isi 29 butir. Terus buah pirnya cuma 5 paket setiap paketnya 3 buah dan terakhir 5 kantong kentang dengan berat sekitar 8 ons,” ujar YK kepada wartawan.

YK memaparkan, jumlah paket yang diterimanya itu tidak sesuai dengan nominal yang ada di struk. “Kalau di struknya itu kan tertulis nominal sebesar Rp 1.400.000. Nah, kalau misalnya satu paketnya Rp 200 ribu harusnya kan 7 paket saya terima, tapi ini cuma 6 paket, malahan untuk kentang dan pir cuma 5 paket,” paparnya.

YK menduga program sembako dari pemerintah ini dimainkan oleh oknum RT. Sebab, kata YK, sehari sebelum paket itu diterima ada oknum RT datang ke rumah, kemudian meminta Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) ke suaminya.

“Jadi, sehari sebelumnya itu ada RT datang ke rumah, tapi saya kebetulan sedang berada di luar rumah, yang ada di rumah hanyalah suami. Oknum RT ini menyampaikan bahwa program sembako sudah bisa dicairkan, kemudian orang itu meminta KKS ke suami saya, sambil bilang paketnya dikirim besok dan ketika paket datang ternyata tidak sesuai dengan jumlah uang yang ada di kartu KKS sebesar Rp 1.400.000,” bebernya.

Usai kejadian itu, YK mengaku tidak menanyakan kurangnya itu kemana. Namun, ada tetangganya yang menanyakan ke RT terkait paket tersebut, dan jawaban RT katanya dibagikan ke warga yang tidak mendapat bantuan.

“Saya tidak tahu paket itu dibagikan ke siapa, warga yang mana, tapi anehnya ada tetangga saya yang kurang mampu, kemudian yang tidak mendapat bantuan juga, tidak kebagian,” ungkapnya.

Adanya dugaan permainan tersebut, pihaknya mengaku kesal dan juga mengingatkan kepada suaminya untuk tidak lagi memberikan kartu KKS ke oknum RT.

Selain itu, Ia meminta kepada pemerintah dan penegak hukum untuk mengingatkan kepada para oknum-oknum, agar mereka ini jera dan tidak mengulanginya lagi.

“Terbayang, kalau misalnya KPM selain saya seperti itu, sudah berapa didapatkan oleh oknum tersebut. Untuk itu, saya berharap para pemangku kebijakan, para penegak hukum turun ke wilayah kami untuk melihat langsung proses penyaluran BPNT. Kemudian, memberi sanksi tegas agar mereka jera,” kesalnya.

Selain YK, kejadian ini pun di alami WA warga RW02, Desa Semplak Barat. Ia mengatakan, proses penyaluran BPNT ini diakomodir oleh pengurus RT setempat. Alasannya, karena banyak warga yang diakomodir oleh RT tersebut. Dengan seperti itu, Ia pun mengikutinya.

“Kalau untuk paketnya sih sesuai ya ada 7 paket, tapi kentang isinya ada 3 biji dalam sebungkus, terus kacang ijo 1/4 kg. Kalau dihitung-hitung sih dari 7 paket yang saya terima itu saya rasa tidak sampai Rp 1.400.000, tapi kalau di struknya tetap Rp 1,4 juta,” katanya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *