Program Jebol Pemkot Banjar Untuk Vaksinasi Warganya Bobol

  • Whatsapp

BANJAR,Ceklissatu.com-Masih banyaknya warga yang enggan melaksanakan vaksinasi covid-19, membuat Desa Waringinsari berada di posisi kedua terbawah capaian vaksin di Kota Banjar. Dari data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota Banjar, capaian vaksinasi di Desa Waringinsari Kecamatan Langensari Kota Banjar baru mencapai 35,7 persen.

Dalam usaha percepatan pelaksanaan vaksin berbagai program vaksin dilaksanakan Pemerintah Kota Banjar, salah satunya dengan melaksanakan Jebol (Jemput Bola) yaitu mendatangi rumah warga yang belum melaksanakan vaksin.

Bacaan Lainnya

Meskipun begitu, masih banyak warga di Desa Waringinsari khususnya di Dusun Purwodadi yang enggan untuk melaksanakan vaksin.
Seperti David, salah seorang warga yang “keukeuh” menolak untuk melaksanakan vaksin, walaupun di-Jebol secara langsung oleh Kapolres Banjar dan Kepala Desa Waringinsari, Kamis (14/10/21).

” Saya bukannya takut divaksin, tapi saya tidak mau saja. Sebelumnya banyak yang habis divaksin meninggal. Ya namanya orang tidak mau ya jangan dipaksa, saya tetap tidak mau divaksin,” ucapnya tegas.

Menanggapi masih banyak warganya yang enggan melaksanakan vaksin, Kepala Desa Waringinsari Kuswanti mengatakan, banyak warganya yang takut divaksin, atau merasa dirinya sehat sehingga merasa tidak perlu melaksanakan vaksin.

” Padahal dari Pemerintahan Desa Waringinsari telah berusaha memberikan edukasi akan pentingnya vaksinasin. Para Nakes juga sudah mencoba untuk mendatangi warga agar divaksin, tapi hasilnya masih banyak warga yang enggan divaksin, ” ucapnya.

Kuswanti tetap berharap, warganya bisa sadar akan pentingnya vaksin, demi kesehatan dan kebaikan bersama.

Harapan yang sama disampaikan oleh Kapolres Banjar AKBP Ardiyaningsih saat men-Jebol warga Desa Waringinsari.

” Ada ketakutan dari warga untuk melaksanakan vaksin. Namun kami optimis dan kami yakin dengan segala upaya kita memberikan pemahaman kepada warga tentang vaksin, target percepatan vaksin akan tercapai. Terbukti saat kunjungan kedua ini, sebagian warga sudah mulai sadar dibandingkan kunjungan pertama dulu mereka menolak sama sekali,” ucap Kapolres.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *