Potensi PAD Miliaran Rupiah di Sektor Parkir Dikelola Preman

  • Whatsapp

BOGOR, Ceklissatu.com – Polres Bogor mengungkap fakta banyak lahan parkir di Kabupaten Bogor yang dikelola oleh preman.

Hal itu diungkapkan Kapolres Bogor, AKBP Harun menyambung dari kasus pembunuhan yang dilakukan pria berinisial AH terhadap pamannya sendiri berinisial P.

Bacaan Lainnya

AH, kata harun, tega menghabisi nyawa pamannya sendiri dengan menyewa orang bayaran karena kesal pengelolaan lahan parkir yang sudah dilakukannya sejak 10 tahun lalu itu diambil alih P. Sejak itu, setoran yang didapati AH berkurang karena P telah mengelola sekitar 30 persen parkir.

Kata Harun, terdapat 18 preman parkir liar yang masing-masing menyetorkan uang senilai Rp205 ribu dalam sehari kepada AH, yang tak lain bos parkir liar.

Jika dikalkulasikan, AH memperoleh uang sekitar Rp3,7 juta dalam sehari atau Rp1,3 miliar dalam setahun dari parkiran ilegal di Kawasan Metland Cileungsi, Kabupaten Bogor.

“Jadi ini salah satu pemicu kasus tersebut. AH sudah merencanakan pembunuhan itu sejak setahun lalu, yang dimana pamannya yakni P alias G mengambil alih parkir tersebut,” jelas Harun.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor Iman Wahyu Budiana tak menampik kabar masih banyaknya parkir ilegal di wilayah Kabupaten Bogor yang menjadi penyebab kebocoran potensi pendapatan daerah.

Namun, dia mengaku tidak bisa melakukan penindakan selama tidak menerima laporan dari Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

“Gini, kalau parkiran itu kewenangannya ada di DLLAJ (Dishub), sepanjang DLLAJ tidak memberikan laporan ke kami, kami tidak bisa (menindak),” kata Iman saat dikonfirmasi wartawan.

Dia membenarkan bahwa dengan membiarkan menjamurnya parkir ilegal, sama halnya dengan membiarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kehilangan potensi pendapatan dari sektor perparkiran.

“Itu potensi, seharusnya dilakukan pengawasan dan penertiban di wilayah itu,” pungkas Iman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *