Polresto Jakbar Amankan Obinha Michael Anijah Pembunuh Asal Ghana

  • Whatsapp

JAKARTA, Ceklissatu.com-Seorang pembunuh berkewarganegaraan asing asal Ghana, Obinna Michael Anijah (24) ditangkap Satreskrim Polres Netro Jakarta Barat.

Korban pembunuhan, sebelumnya ditemukan dalam kondisi meninggal dan bersimbah darah dengan tubuh penuh luka tusukan disebuah apartemen dikawasan kebon jeruk Jakarta Barat pada Sabtu (24/10/2020) sore lalu.

Bacaan Lainnya

Atas kejadian, itu kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti bukti disekitar tempat kejadian perkara termasuk barang bukti sebuah pisau stainles yang diduga sebagai alat untuk menghabisi nyawa korban.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Audie S Latuheru saat Live streaming melalui akun instagram @polres_jakbar mengatakan, Sore ini kami akan sampaikan rilis kasus pembunuhan yg terjadi pada sabtu 24 okt 2020 sekira pukul 17.30 WIB.

Kejadian berawal mula saat pelaku dan korban main PS ( play station ) sambil menenggak minuman keras alkohol dan sebelum mereka main ps mereka sepakat taruhan jadi siapa yg kalah bayar Rp1 juta.

Pelaku berinisial Jd als Sk (22), dalam permainan ps tersebut korban menang. Kemudian korban minta bayaran dari taruhan kepada pelaku, namun ketika korban menagih uang taruhan, pelaku tidak mau bayar lanyaran taruhan yang diucapkan hanya bercanda. Sehingga terjadi keributan antara korban dengan pelaku.

“Saat korban rampas hp dari pelaku dan keributan disitu makin panas akhirnya pelaku ambil pisau dapur di lokasi kejadian dan tusuk korban sebanyak 3 luka tusukan dan satu arah ke dada yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Audie, Selasa (27/19/2020).

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu 24 Okrober 2020 sekira pukul 17.30 WIB.

“Team gabungan setelah melakukan pencarian diketahui pelaku melakukan persembunyian di rumah temannya dikawasan Tanjung Duren Jakarta Barat dan dalam pelarian pelaku melakukan upaya untuk menghilangkan identitas salah satunya dengan mencukur habis rambutnya,” Ujar Kompol Teuku Arsya.

Guna untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya pelaku dijerat pasal berlapis yaitu pasal 338 KUHPidana dan pasal 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun, punkasnya.

Editor : Daus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *