Polisi Buru Dua Pelaku Lain Dalam Kasus Penjualan Tanah Milik Kementerian Keuangan

Caption : Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin didampingi Kasat Reskrim saat rilis di Mapolres Bogor (erul/ceklissatu)

BOGOR, Ceklissatu.com – Kepolisian Resor (Polres) Bogor memburu dua pelaku lain dalam kasus pemalsuan sertifikat tanah aset milik Kementerian Keuangan di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

“Ada dua orang pelaku lagi yang saat ini DPO (Daftar Pencarian Orang),” ungkap Kasat Reskrim Polres Bogor, Siswo Tarigan, Kamis (13/1/22).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kedua pelaku tersebut memiliki peran sebagai perantara
untuk memuluskan jalan AS sebagai tersangka utama dalam kasus pemalsuan sertifikat tanah aset milik Kementerian Keuangan.

“Dua pelaku DPO itu memiliki peran sebagai perantara dan memproduksi sertifikat palsu. Kami sedang lakukan pengejaran,” jelas Siswo.

Diketahui, dalam kasus ini enam pelaku yang ditangkap yakni
AS, D, R, IS, MS, dan juga A sudah melakukan modus penipuan tanah sejak tahun 2014 dan sudah meraup keuntungan sebanyak Rp10 miliar yang merugikan negara sebanyak Rp5 miliar.

Selama tujuh tahun beraksi sejak, para pelaku sudah berhasil membuat sekitar 60 surat palsu yang bentuknya variatif. Mulai dari surat dari DJKN ataupun sertifikat pelunasan tanah.

“Ini ada sertifikat tanah, dari satu sertifikat ini AS mendapat keuntungan Rp20 juta. Sedangkan, untuk pembuatan satu surat palsu dari DJKN, tersangka D yang membuatnya dibayar Rp200 ribu per surat,” kata Siswo.

“Harapan kami dengan adanya rilis ini. Maka Masyarakat yang pernah merasa membeli, atau berinteraksi degan mereka itu bisa datang untuk melaporkan kerugiannya karena tidak menutup kemungkinan masih banyak korban lain,” tuturnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *