Polisi Amankan 10 Kilogram Sabu di Bogor : Itu Bisa Dinikmati 11 Ribu Orang

  • Whatsapp
Barang bukti ganja dan sabu saat rilis kasus di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (15/6/2021). Ceklissatu.hops.id/Dwi Susanto

BOGOR, Ceklissatu.com – Pengedaran sabu di wilayah Bogor sangat tinggi. Dalam satu bulan,
Direktorat Narkoba Polda Jawa Barat bersama Satnarkoba Polres Bogor, berhasil mengamankan 10 kilogram di wilayah tersebut.

“Dari sekian kali pengungkapan di atas 10 kilogram, kalau ibaratkan dikonsumsi masyarakat 11 ribu jiwa. Jadi kita sudah bisa menyelamatkan 11 ribu masyarakat dari kejahatan narkota ini,” ungkap
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A. Chaniago di Mako Polres Bogor, Jumat (5/11/21).

Bacaan Lainnya

Teranyar, polisi berhasil menangkap
tiga pengedar narkotika jenis sabu dengan barang bukti seberat 5,6 kilogram.

Barang bukti itu diamankan dari
ketiga pelaku. Diantaranya OP (32), DS (35) dan EN (46).

Tersangka pertama berinisial OP, kata dia, ditangkap di wilayah Bekasi beberapa waktu lalu. Tersangka ditangkap dari hasil pengembangan kasus sebelumnya di Bogor yang berstatus sebagai pengedar.

“Kita sita 4 bungkus besar teh cina bertuliskan Guanyinwang dengan berat 5,4 kilogram lengkap dengan 3 unit timbangan digital,” kata Erdi.

Menurut pengakuan tersangka OP, sambung Erdi, pelaku sudah mengedarkan sabu sejak enam bulan terakhir. Adapun barang tersebut didapat dari seseorang berinisial DA yang masih DPO.

“Tersangka mengaku sudah mengedarkan selama 6 bulan, dan sudah mengedarkan 5 kali. Modus operandinya menggunakan sistem tempel dengan pemesan,” ungkapnya.

Dari setiap pengiriman 1 kilogram sabu kepada pemesan, tersangka OP mendapatkan upah sebesar Rp10 juta.

Tersangka kedua yang ditangkap yakni seorang wanita berinisial DS (35) dengan barang bukti 1 bungkus klip kecil berisi sabu dengan berat 13 gram. Barang tersebut didapatkan DS dari sang suami inisal AS yang juga masih DPO.

“Yang bersangkutan sebagai pengedar. Barang bukti itu dari suaminya yang masih DPO,” tegas Erdi.

Terakhir adalah tersangka EN (46) yang bekerja sebagai tukang ojek. Didapati barang bukti narkotika jenis sabu dalam 5 bungkus plastik kecil dengan berat 169,07 gram yang didapat dari DPO berinisial AT.

“Tersangka EN ini menyampaikan dia beroperasi di Bogor 2 kali mengedarkan. Mendapatkan peran dan tugas kita cari identitas semua. Mudah-mudahan bisa kita kembangkan para DPO ini,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 dan 112, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.

“Dendanya minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar. Ini penangkapan narkoba yang kesekian kalinya,” tandas Erdi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *