Pola Bantuan Tak Merata, Aktivis Muda Bogor Kritik Kebijakan RK Ceklis Satu

Pola Bantuan Tak Merata, Aktivis Muda Bogor Kritik Kebijakan RK

BOGOR, Ceklissatu.com – Aktivis muda Bogor mengkritisi pola kebijakan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam upaya pengadaan bantuan makanan terhadap warga terdampak Covid-19, khususnya yang berdomisili di zona merah.

Menurut Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaka Surya, M. Pribadi, langkah ini justru akan menimbulkan polemik baru, khususnya dalam pendistribusian bantuan. Sebab, saat ini sudah terjadi beberapa kekisruhan di sejumlah daerah. Banyak Kepala Desa yang kebingungan dengan bantuan yang diberikan.

“Berdasarkan kriteria, gerakan nasi bungkus Gubernur Jawa Barat kurang menemui sasaran bahkan terkesan sekedar menunaikan tugas. Jadi, jangan bikin ricuh, pak RK,” kritiknya.

Hal ini, lanjut Pribadi, dapat dilihat dari segi pengadaan bantuan makanan, hanya berupa beras per-desa kurang lebih dua karung atau kurang lebih satu kuintal tanpa diberikan bahan pendamping lainnya sehingga menimbulkan polemik.

“Darimana sumber pendanaan untuk bahan baku pendamping beras atau boleh dikatakan tidak ada standart baku dalam menu apa bantuan makanan diberikan,” paparnya.

Lebih lanjut, ia juga menilai, dari segi jumlah tidak mengacu pada data kriteria penerima bantuan khususnya nomor sembilan, dimana semua warga, tak tidak terdata atau tidak memiliki KTP, tetapi berada dalam zona merah tetap dapat bantuan, justru akan menjadi bumerang tersendiri.

“Tidak akan terjadi sinkronisasi antara jumlah nasi bungkus yang dibuat dengan jumlah penerima bantuan yang berakibat pada kemungkinan adanya dana fiktif yang seolah dialokasikan untuk program nasi bungkus,” paparnya.

Diketahui, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memaparkan sembilan pola bantuan dari pemerintah provinsi yang akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak penyebaran Virus Corona.

Mantan wali kota Bandung itu tidak ingin ada masyarakat kelaparan yang berada di Jawa Barat, baik mereka yang memang asli Jawa Barat maupun para perantau dari luar.

Hal ini disampaikan dan dijelaskan oleh Ridwan Kamil dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @ridwankamil, Sabtu (18/4/2020) lalu.

“Bantuan pemerintah ada 9 kelompok, PKH, kartu sembako, bansos presiden, kartu pra kerja, dana desa, bansos kemensos, bansos provinsi, bansos kokab, dan nasi bungkus,” ujar Ridwan Kamil.

Pertama adalah Program Keluarga Harapan (PKH) kedua Kartu Sembako. PKH dan kartu sembako hanya diperuntukan untuk warga miskin lama dan bukan akibat dari Virus Corona.

Kedua kelompok tersebut sebelumnya memang sudah menjadi tanggungan dari pemerintah Jawa Barat. Meskipun setelah ada wabah Virus Corona, mereka tetap masuk dalam kelompok yang mendapatkan PKH dan kartu sembako.

Bantuan PKH dan kartu sembako tersebut terus berjalan dan diberikan setiap bulannya. Oleh karena itu, mereka tidak mendapatkan bantuan dari 7 jenis lainnya.

Sedangkan untuk 7 jenis bantuan lainnya memang diperuntukkan untuk masyarakat terdampak Virus Corona.

Pola bantuan ketiga, yakni Bansos Presiden. Bansos presiden ini diberikan khusus kepada perantau yang berada di wilayah Jabodetabek Bantuan tersebut diberikan dengan tujuan supaya para perantau tidak mudik.

Keempat, ada kartu pra kerja. Bantuan tersebut ditujukan untuk pengangguran atau pekerja yang menjadi korban PHK.

Pola yang kelima adalah, Dana Desa. Masyarakat yang akan dibantu oleh dana desa adalah mereka yang terdampak Virus Corona dengan memiliki KTP dan tinggal di desa.

Sebelumnya pemerintah telah mengangarkan 30 persen dari dana desa supaya digunakan untuk membantu warga terdampak Covid-19.

Poin enam, ada bantuan Kementerian sosial. Bantuan tersebut diberikan untuk umum atau pekerja umum. Seperti misalnya, pedagang kaki lima, supir angkot, seni dan lain sebagainya yang pekerjaannya terganggu akibat Virus Corona.

Ketujuh, Bantuan Provinsi. Bantuan provinsi hanya digunakan jika enam bantuan sebelumnya dirasa masih kurang atau belum mencukupi secara keseluruhan.

Berikutnya, di poin ke delapan ada Bansos Kota/Kabupaten. Sama halnya dengan bansos provinsi, bansos kota/kabupaten hanya diberikan jika bantuan provinsi juga belum memenuhi.

Terakhir, ada pola program Nasi Bungkus. Bantuan nasi bungkus diperuntukkan untuk mereka yang memang tidak terdaftar di bantuan-bantuan sebelumnya.

Hal tersebut terjadi lantaran mereka tidak mempunyai identitas diri, seperti KTP ataupun KK. Sebagai contoh yaitu anak jalanan, gelandangan, pengemis dan lain-lain yang sejenis.Bantuan nasi bungkus bisa disebut sebagai bantuan kemanusiaan.

Penulis : Fuz Fauzan

Editor : Edwin Suwandana

Latest news

Puluhan Wartawan Depok Disuntik Vaksin Covid-19

DEPOK, Ceklissatu.com - Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Depok bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Depok mulai tanggal 1, 2 dan...

Ratusan Anggota Kodim 06/08 Cianjur Jalani Vaksinasi Covid-19

CIANJUR, Ceklissatu.com- Ratusan anggota Kodim 06/08 Cianjur mengikuti vaksinasi Covid 19 yang dilaksanakan di Aula Makodim Cianjur, Selasa (02/03/21). Dalam kesempatan ini Dandim 06/08...

Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kota Bogor Dikebut

BOGOR, Ceklissatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor melaksanaan Vaksinasi massal Covid-19 bagi pelayan publik di Kota Bogor dimulai sejak...

Dua Anggota Pol PP Kecamatan Kemang Ketakutan Disuntik Vaksin

BOGOR, Ceklissatu.com--Dua anggota Satpol PP Kecamatan Kemang, terlihat sangat ketakutan saat akan disuntik vaksin Covid 19. Momen ketika anggota itu ketakutan terekam dalam sebuah...

Related news

Puluhan Wartawan Depok Disuntik Vaksin Covid-19

DEPOK, Ceklissatu.com - Puluhan wartawan yang bertugas di Kota Depok bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Depok mulai tanggal 1, 2 dan...

Ratusan Anggota Kodim 06/08 Cianjur Jalani Vaksinasi Covid-19

CIANJUR, Ceklissatu.com- Ratusan anggota Kodim 06/08 Cianjur mengikuti vaksinasi Covid 19 yang dilaksanakan di Aula Makodim Cianjur, Selasa (02/03/21). Dalam kesempatan ini Dandim 06/08...

Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kota Bogor Dikebut

BOGOR, Ceklissatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan Kota Bogor melaksanaan Vaksinasi massal Covid-19 bagi pelayan publik di Kota Bogor dimulai sejak...

Dua Anggota Pol PP Kecamatan Kemang Ketakutan Disuntik Vaksin

BOGOR, Ceklissatu.com--Dua anggota Satpol PP Kecamatan Kemang, terlihat sangat ketakutan saat akan disuntik vaksin Covid 19. Momen ketika anggota itu ketakutan terekam dalam sebuah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here