Petugas Akan Berlakukan Ganjil Genap di 14 Titik Daerah Penyangga

  • Whatsapp
Kiri ke kanan Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Polisi Eddy Sumitro, Kapolres Bogor AKBP Harun, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Zainal Abidin, Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, di Makopolresta Bogor Kota, Kamis (9/9/2021). Foto: Wulan

BOGOR, Ceklissatu.com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat memutuskan untuk memperluas kebijakan ganjil genap di Kawasan Puncak Raya. Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi kepadatan volume kendaraan di Kawasan Puncak serta untuk menyamakan kebijakan dalam menekan laju pandemi Covid-19 khususnya di tempat wisata.

Wakapolda Jawa Barat, Brigadir Jenderal Eddy Sumitro Tambunan mengatakan, berdasarkan rapat koordinasi bersama lima Polres wilayah hukum Polda Jawa Barat, mereka sepakat untuk memperluas kebijakan ganjil genap setidaknya ada sebanyak 14 titik yang akan dilaksanakan pada akhir pekan Jum’at, Sabtu, dan Minggu selama 24 jam.

Bacaan Lainnya

Adapun rapat koordinasi itu dihadiri langsung oleh Kapolresta Bogor Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro, Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Harun, Kapolres Sukabumi Kota Ajun Komisaris Besar Zainal Abidin, Kapolres Sukabumi Ajun Komisaris Besar Dedy Darmawansyah Nawirputra, dan Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Doni Hermawan.

Sebanyak 5 Polres dijajaran Polda Jawa Barat bakal menerapkan kebijakan ganjil genap itu, yakni Polresta Bogor Kota, Polres Bogor, Polres Cianjur, Polres Sukabumi Kota, dan Polres Sukabumi.

“Baru saja rapat dengan lima Kapolres, Kapolresta Bogor Kota, Kabupaten Bogor, Cianjur, Sukabumi Kota, dan Sukabumi Kabupaten. Jadi rapat ini untuk menyamakan persepsi, menyamakan langkah dan cara bertindak dalam mengantisipasi arus Puncak terkait dengan pandemi Covid-19,” kata Brigjen Pol Eddy Sumitro Tambunan kepada wartawan, di halaman Makopolresta Bogor Kota, Kamis (9/9/2021).

Penerapan kebijakan ganjil genap itu diambil lantaran, fasilitas umum seperti taman umum dan tempat wisata tertentu akan dilakukan uji coba protokol kesehatan.

Hal ini diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021. Dalam Inmendagri tersebut disebutkan bahwa uji coba tempat wisata mengikuti protokol kesehatan yang diatur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kesehatan.

“Untuk wilayah wisata itu sesuai Imendagri kita udah Level 3, jadi maksimum 50 persen. Jadi kita memberlakuan ganjil-genap, kemudian kita juga mengantisipasi jangan sampai lebih dari 50 persen,” ungkapnya.

Eddy menegaskan, jika terjadi kenaikan 50 persen volume kendaraan di Kawasan Puncak Raya. Maka pihaknya akan mengurai kendaraan dengan mengantisipasi arus yang naik dan yang turun, bahkan jika terjadi kepadatan akan dilakukan penutupan total.

14 titik perluasan kebijakan ganjil genap di Kawasan Puncak Raya, meliputi 8 titik di antarannya di Kabupaten Bogor, 2 titik di Kota Bogor, 1 titik di Cianjur, 2 titik di Kota Sukabumi, dan 1 titik di Kabupaten Sukabumi.

Di lokasi yang sama, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menambahkan, penerapan perluasan kebijakan ganjil genap di Kawasan Puncak Raya rencananya bakal dilaksanakan mulai besok, Jum’at (10/9/2021).

“Besok kami sudah mulai. Jum’at, Sabtu, dan Minggu ini, kami 5 polres akan bekerjasama untuk mengurangi kepadatan di kawasan Puncak,” tambah Susatyo.

Susatyo mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan menuju tempat-tempat wisata di Kawasan Puncak Raya agar bisa menahan untuk tetap di rumah saja.

“Kita akan memberlakukan berbagai upaya-upaya untuk keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *